Jembatan Gantung Cisurupan Bikin Pelajar Garut Tak Lagi Bolos

27 Shares

HOLOPIS.COM, GARUT – Kehadiran jembatan gantung di Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, membawa perubahan besar bagi kehidupan warga. Infrastruktur sederhana namun krusial ini kini menjadi jalur aman yang memudahkan aktivitas pendidikan, ekonomi, hingga ibadah masyarakat setempat.

Sebelumnya, akses menuju sekolah dan antar desa dipenuhi risiko. Saat hujan turun, anak-anak sekolah dan guru terpaksa menyeberangi sungai atau melewati jalan kebun yang licin dan berbahaya.

- Advertisement -

Kondisi ini kerap membuat siswa terpaksa bolos, bahkan menghentikan aktivitas belajar mengajar.

Siti Rohmah, guru SDN 2 Sirnajaya yang telah mengabdi selama 18 tahun, merasakan langsung perubahan tersebut. Setiap hari, ia menyeberang dari Kampung Ciburuy, Desa Cipaganti, menuju sekolah tempatnya mengajar.

- Advertisement -

“Sejak ada jembatan, alhamdulillah hampir tidak ada lagi anak-anak yang bolos sekolah. Paling yang tidak masuk mah yang sakit saja,” ujar Siti Rohmah, Jumat (23/1/2026).

Jembatan gantung ini dibangun pada pertengahan Desember dan rampung hanya dalam waktu sekitar 15 hari. Proses pembangunannya melibatkan gotong royong warga Desa Sirnajaya dan Desa Cipaganti, bersama TNI serta relawan dari Vertical Rescue Indonesia (VRI), yang bekerja siang dan malam demi menyambungkan dua wilayah tersebut.

Sebelum jembatan berdiri, guru dan murid kerap tiba di sekolah dengan pakaian basah dan kotor. Jika memilih jalur alternatif, perjalanan bisa memakan waktu hampir satu jam karena harus memutar dan melewati jalan rusak. Kini, akses menuju sekolah jauh lebih cepat dan aman.

“Kalau ke sana itu nguriling (memutar). Terus harus turun juga kan. Itu jelek jalannya. Mending jalan sini aja. Lebih cepat. Dari satu jam, sekarang 20 menit. Tapi ya kalau jalan kaki mah 5 menit nyampe,” ujar Siti.

Manfaat jembatan gantung Cisurupan tidak hanya dirasakan di sektor pendidikan. Warga kini lebih mudah menuju lahan pertanian, tempat ibadah, serta menjalankan aktivitas ekonomi tanpa takut terisolasi saat cuaca buruk.

Rasa syukur juga disampaikan Ayu Mila Karmila, siswi kelas 5 SDN 2 Sirnajaya.

“Kalau dulu sebelum ada jembatan harus basah-basah. Kalau sekarang, jalan ke sekolah juga lebih cepat,” ujarnya.
“Kalau sekarang udah enggak pernah bolos lagi karena udah ada jembatan. Terima kasih kepada Bapak Prabowo yang sudah memperbaiki jembatan ini,” sambungnya.

Siti Rohmah pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Terima kasih banyak. Alhamdulillah, kami dan anak-anak jadi nyaman melewati jembatan ini,” ujarnya.

Pembangunan jembatan gantung di Cisurupan menjadi bukti bahwa infrastruktur dasar mampu memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat, terutama dalam memastikan akses pendidikan tetap berjalan meski di tengah tantangan geografis.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
27 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis