Adies Kadir Bakal Melenggang jadi Calon Hakim MK, Gantikan Arief Hidayat


Oleh : Dani Yoga

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir ditetapkan jadi calon hakim Mahkamah Konstusi (MK) RI. Adies diproyeksikan jadi calon hakim MK yang akan menggantikan Arief Hidayat.

Politikus Partai Golkar itu ditetapkan dalam rapat dengar pendapat umum yang digelar Komisi III DPR RI, Senin, (26/1).

"Komisi III DPR RI menyetujui saudara Adies Kadir sebagai hakim konstitusi pada Mahkamah Konstitusi RI yang berasal dari usulan lembaga DPR RI," kata Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta,

Dia bilang politikus Golkar itu selanjutnya bisa diproses sebagai hakim kontitusi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Habiburokhman dalam kesempatan itu juga mengingatkan Adies agar menghindari kepentingan pribadi jika sudah resmi menjabat hakim MK.

Lebih lanjut, dia menuturkan Undang-undang merupakan produk yang bersifat erga omnes atau bukan kepentingan pribadi. Dia menekankan Undang-undang itu sebagai kepentingan masyarakat yang mengikat.

"Karena itu, ketika nanti aktif menjadi hakim konstitusi, Pak Adies Kadir tidak memiliki konflik kepentingan ya," jelas Habiburokhman.

Adapun Adies Kadir menyampaikan terimakasih kepada Komisi III DPR yang sudah memilihnya sebagai calon Hakim MK. Ia berjanji bakal jaga kepercayaan yang diberikan dalam menjalankan tugas sebagai hakim MK.

"Saya akan menjaga kepercayaan dari teman-teman dengan baik, menjaga konstitusi di negara kita agar bisa berjalan sesuai porsinya," kata Adies.

Sudah Mundur dari Golkar

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menjelaskan status Adies Kadir saat ini sudah mengundurkan diri dari partai berlambang pohon beringin itu. Dalam kepengurusan DPP Golkar, Adies menjabat sebagai Wakil Ketua Umum.

"Beliau sudah mengundurkan diri sebagai kader Golkar," kata Sarmuji kepada awak media di Jakarta, Senin, (26/1/2026).

Lantas, terkait pengganti Adies di posisi pimpinan DPR, Sarmuji mengaku belum ada keputusan.

Sarmuji menuturkan masih masih menunggu arahan dari Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Tampilan Utama