HOLOPIS.COM, JAKARTA – TNI AL turun tangan membantu tim gabungan dalam melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban kecelakaan laut kapal angkut penumpang KM Indriani yang tenggelam di Perairan Desa Bibinoi, Bacan Timur, Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Dari keterangan Dinas Penerangan (Dispen) TNI AL, kegiatan SAR gabungan dilakukan setelah Basarnas Halmahera Selatan menerima laporan adanya kapal penumpang karam di perairan Bibinoi, Halmahera Selatan.
Kapal KM Indriani berlayar dari Pelabuhan Umum Babang menuju Piharaja, Kabupaten Halmahera Selatan. Kapal itu mengangkut total 63 orang dengan rincian 59 penumpang dan 4 Anak Buah Kapal (ABK).
Dalam insiden tragis itu, satu korban dilaporkan meninggal dunia. Pun, satu lainnya dinyatakan hilang.
Sementara, penumpang lainnya selamat dan berhasil dievakuasi ke darat. Evakuasi dibantu kapal dan perahu nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini antara lain Pos TNI AL Bacan, Basarnas Halmahera Selatan, Babinsa Kodim 1509/Labuha, serta personel Satpolairud Bacan,” demikian Dinas Penerangan TNI AL yang dikutip pada Minggu, (25/1/2026).
Adapun tenggelamnya KM Indriani diduga dipicu kombinasi kendala mesin, kondisi cuaca dengan gelombang laut yang cukup tinggi. Selain itu, karena kelebihan muatan kapal.
Kemudian, faktor lain karena kurangnya pengawasan terhadap muatan dan jumlah penumpang yang turut jadi faktor insiden kecelakaan laut tersebut.
Dispen TNI AL menyampaikan keterlibatan TNI AL dalam operasi SAR gabungan juga sejalan dengan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali.
“Untuk terus senantiasa hadir dalam setiap operasi kemanusiaan, khususnya bersinergi dengan seluruh instansi terkait dalam upaya pencarian korban untuk memberikan dukungan maksimal demi keselamatan jiwa manusia,” lanjut keterangan Dispen TNI AL.

