Prabowo Telepon Sakti Wahyu Trenggono Usai Dapat Kabar Menterinya Itu Pingsan


Oleh : Muhammad Ibnu Idris

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto langsung menelepon Sakti Wahyu Trenggono, setelah mendapati kabar bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Merah Putih tersebut jatuh dan pingsan.

Hal ini disampaikan oleh Sakti Wahyu di akun Instagram pribadinya. Di mana ia mendapatkan telepon langsung dari Presiden Prabowo untuk menanyakan langsung kondisinya saat ini.

"Terima kasih atas perhatian dan doa masyarakat semuanya terhadap saya. Wabil khusus pak @presidenrepublikindonesia @prabowo yang menelepon langsung dan menanyakan kondisi saya hari ini," tulis Sakti Wahyu di akun Instagram pribadinya @swtrenggono, Minggu (25/1/2026).

Sakti Wahyu Trenggono sempat terjatuh dan pingsan di tengah-tengah acara upacara penghormatan terakhir dan pelepasan 3 (tiga) jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang menabrak gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Sebelum terjatuh, Sakti sempat berbicara sejenak dengan stafnya di Auditorium Madidihang Politeknik Akademi Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sesaat kemudian, badannya tampak tak stabil hingga akhirnya terjatuh dan tak sadarkan diri.

Sontak, ia pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat untuk mendapatkan pertolongan medis. Beruntung kondisinya masih baik-baik saja dan ia mengaku hanya kelelahan saja.

"Saya dalam kondisi baik-baik saja, Alhamdulillah observasi dokter menyatakan tak ada masalah, hanya kelelahan," ujarnya.

Memang sejak hari Sabtu, 17 Januari 2026 pekan lalu, Pesawat ATR 42-500 milik maskapai penerbangan Indonesia Air Transport mengalami kecelakaan maut di gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Sejak saat itu, Kementerian KKP termasuk Sakti Wahyu Trenggono terus memonitor upaya pencarian dan evakuasi terhadap seluruh korban. Dan pada hari Jumat, 23 Januari 2026, operasi evakuasi telah resmi ditutup setelah blackbox pesawat ATR 42-500 dan 10 jenazah di manifest pesawat tersebut ditemukan.

Sepanjang proses itu, Sakti Wahyu Trenggono mengaku cukup kelelahan, walaupun dalam rangkaian proses itu, dirinya juga tetap mengikuti dan mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan kenegaraan, baik di London Inggris maupun di Davos Swiss.

"Seminggu terakhir ini memang melelahkan tidak hanya fisik tetapi mental karena keluarga besar KKP tengah ditimpa musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500," jelas Sakti.

Pun demikian, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas perhatian yang diberikan kepadanya.

"Sekali lagi terima kasih atas doa dan dukungan semuanya. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia," pungkasnya.

Tampilan Utama