PBB Ngeri: Israel Masih Bunuh Warga Sipil Gaza di Tengah Gencatan Senjata
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Krisis di Gaza, Palestina dinilai masih jauh dari selesai. Israel dengan biadab masih terus melakukan agresi di Gaza yang menewaskan warga sipil.
Mengutip dari WAFA, Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB menyampaikan prihatinannya menyatakan khawatir dengan insiden pembunuhan warga sipil Palestina yang terus berlanjut di Jalur Gaza meski dalam proses gencatan senjata.
Kantor Hak Asasi Manusia PBB di Wilayah Palestina yang Diduduki atau OPT mengatakan pihaknya merasa ngeri atas pembunuhan warga sipil yang terus berlanjut dalam serangan Israel di Gaza. Aksi Israel itu termasuk tewasnya 11 warga Palestina saat serangkaian serangan pada 21 Januari.
"Di tengah pola kekerasan pasca-gencatan senjata yang lebih luas dan dampak berkelanjutan dari dua tahun kehancuran," demikian laporan WAFA, Minggu, (25/1/2026)
PBB mendorong saat ini sudah saatnya masyarakat internasional untuk meningkatkan dukungan dan tekanan untuk menghentikan pertumpahan darah yang dilakukan Israel. Perlu upaya memajukan pendekatan berbasis hak asasi manusia untuk pemulihan dan rekonstruksi.
Kepala Hak Asasi Manusia PBB di OPT, Ajith Sunghay menegaskan meski ada gencatan senjata tak membantu konflik Gaza mereda. Serangan Israel masih terus berlanjut.
"Krisis di Gaza masih jauh dari selesai. Orang-orang meninggal setiap hari, baik dalam serangan Israel maupun sebagai akibat dari pembatasan Israel yang terus berlanjut terhadap masuknya bantuan kemanusiaan, khususnya tempat penampungan," ujar Sunghay dikutip dari WAFA.
Aksi serangan atau Tindakan Israel menyebabkan kematian warga sipil akibat kedinginan dan tertimpa bangunan yang runtuh. "Jurnalis Palestina terbunuh, dan jurnalis internasional masih dilarang memasuki Gaza," lanjut Sunghay.
Laporan itu mengulas bahwa tren yang sudah didokumentasikan di wilayah pendudukan sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober 2025. Kondisi itu mencakup terus berlanjutnya pembunuhan warga sipil dalam serangan udara, penembakan, dan tembakan Israel di kelima wilayah Gaza.
Secara keseluruhan, dilaporkan 477 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak gencatan senjata. Data itu menurut Kementerian Kesehatan Palestina. Sebagian besar korban merupakan warga sipil.
Laporan itu menambahkansejak gencatan senjata, tercatat pembunuhan setidaknya 216 warga Palestina. Angka itu termasuk setidaknya 46 anak-anak dan 28 perempuan dalam serangan Israel.
Tindakan Israel itu juga menyasar tempat penampungan pengungsi warga Gaza dan bangunan tempat tinggal. Kebiadaban itu termasuk 126 serangan yang dilaporkan oleh pesawat tanpa awak (UAV) Israel di seluruh Gaza yang mengakibatkan kematian setidaknya 87 warga Palestina, termasuk 12 anak-anak dan tujuh perempuan.