Tawuran Maut di Bekasi, Jatanras Polda Metro Tangkap Dua Pelaku Pembacokan
HOLOPIS.COM, JAKARTA – Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap kasus tawuran antar kelompok yang berujung tewasnya seorang mahasiswa di Kota Bekasi. Dua pelaku pembacokan berhasil diamankan, sementara dua pelaku lainnya masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Korban diketahui berinisial TRB, seorang mahasiswa yang meninggal dunia akibat luka bacok senjata tajam pada bagian pinggang, paha kiri, dan dahi. Insiden tragis ini terjadi pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di depan Gedung Bekasi Creative Center, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Dua pelaku yang telah diamankan masing-masing berinisial TFA serta seorang pelaku anak yang masih di bawah umur. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku anak tersebut berperan langsung melakukan pembacokan terhadap korban menggunakan senjata tajam jenis clurit.
Pengungkapan kasus ini dilakukan setelah Tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi, hingga pemeriksaan sejumlah saksi. Dari hasil tersebut, identitas para pelaku berhasil dikantongi polisi.
Sementara itu, dua pelaku lainnya yang terlibat dalam tawuran masih dalam pengejaran petugas. Polisi memastikan proses pencarian terus dilakukan hingga seluruh pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban hukum.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menekan aksi kekerasan jalanan yang meresahkan masyarakat.
“Kami menindak tegas setiap bentuk kekerasan jalanan, termasuk tawuran, karena sangat membahayakan keselamatan publik dan mengganggu ketertiban umum,” ujar Kombes Budi Hermanto, Jumat (23/1).
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan generasi muda, agar tidak mudah terprovokasi, baik di dunia nyata maupun melalui media sosial, yang kerap menjadi pemicu terjadinya tawuran.
Aksi tawuran yang terjadi di ruang publik tersebut sempat menimbulkan ketakutan dan keresahan warga sekitar, sekaligus menambah daftar panjang kasus kekerasan jalanan di wilayah penyangga Ibu Kota.