Putin Soroti Arktik di Tengah Ketegangan AS dan Eropa soal Greenland
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa perhatian dunia terhadap kawasan Arktik terus meningkat, termasuk dari negara-negara yang tidak berada di wilayah lingkar Arktik.
Putin menegaskan Rusia telah lama menjadi aktor utama dalam pengembangan kawasan tersebut.
“Sekarang bukan hanya negara-negara Arktik yang memperhatikan wilayah ini, tetapi banyak negara lain di dunia juga,” kata Putin, seperti yang dikutip Holopis.com dari Anadolu, Sabtu (24/1/2026).
Pernyataan itu disampaikan Putin saat berbicara di hadapan mahasiswa Institut Fisika dan Teknologi Moskow. Ia menyinggung reaksi para mahasiswa terhadap laporan terbaru mengenai Greenland yang sempat disambut dengan tawa.
“Kalian tersenyum dan tertawa, memang terdengar menarik dan lucu. Namun di saat yang sama, isu ini sangat serius dan penting,” ujar Putin.
Ia menekankan bahwa kawasan Arktik memiliki nilai strategis besar, meskipun kerap dipandang ringan. Putin kembali menegaskan peran historis Rusia di wilayah utara ekstrem tersebut.
“Rusia tanpa diragukan telah menjadi pemimpin dalam pengembangan Arktik selama beberapa dekade,” katanya.
Pernyataan Putin muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik terkait Greenland. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Januari lalu kembali menyuarakan keinginannya untuk memperoleh wilayah otonom Denmark itu. Trump berdalih langkah tersebut penting demi keamanan nasional Amerika Serikat dan untuk mencegah pengaruh negara pesaing.
“Jika kita tidak melakukannya, Rusia atau China yang akan melakukannya,” kata Trump.
Ia bahkan mengancam akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menolak rencana tersebut.
Namun para pemimpin Eropa menolak keras gagasan itu. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan bahwa kedaulatan Greenland tidak dapat diperjualbelikan. Pemerintah Denmark serta otoritas lokal Greenland juga membantah klaim Trump mengenai adanya kerangka kesepakatan.
Di sisi lain, Rusia menyatakan akan memperkuat kemampuan pertahanannya di kawasan Arktik sebagai respons atas meningkatnya ketegangan global. Meski demikian, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan Moskow tidak memiliki rencana untuk mengambil alih Greenland.