Pangeran Harry Kritik Ucapan Trump tentang Pasukan NATO di Afghanistan


Oleh : Aisha Balqis Salsabila

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Pangeran Harry mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pasukan NATO di Afghanistan. Ia menegaskan bahwa tentara Inggris yang bertugas dan gugur dalam konflik tersebut layak dibicarakan secara jujur dan dengan penuh hormat.

Pernyataan Pangeran Harry sejalan dengan sikap Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer, yang sebelumnya menyebut komentar Presiden Trump sebagai menghina dan terus terang memalukan. Starmer juga menyarankan agar Presiden AS tersebut menyampaikan permintaan maaf.

Seperti yang dikutip Holopis.com dari The Standard UK, Sabu, (24/1), Harry mantan prajurit Inggris yang menjalani dua kali penugasan garis depan di Afghanistan mengingatkan bahwa pada 2001 NATO mengaktifkan Pasal 5 untuk pertama dan satu-satunya kalinya dalam sejarah. Pasal tersebut mewajibkan seluruh negara sekutu mendukung Amerika Serikat di Afghanistan.

“Para sekutu menjawab panggilan itu. Saya bertugas di sana. Saya mendapatkan sahabat seumur hidup. Dan saya kehilangan teman-teman,” kata Harry.

Ia menyebut Inggris kehilangan 457 personel militer selama operasi di Afghanistan. Selain itu, ribuan kehidupan berubah akibat konflik berkepanjangan tersebut.

“Ibu dan ayah menguburkan anak-anak mereka. Anak-anak kehilangan orang tua. Keluarga menanggung beban yang berat,” ujarnya.

Harry menegaskan pengorbanan para tentara harus dibicarakan secara jujur dan penuh penghormatan, seiring komitmen bersama terhadap diplomasi dan perdamaian.

Sementara itu, berbicara di Downing Street, Perdana Menteri Sir Keir Starmer memberikan penghormatan kepada 457 personel militer Inggris yang tewas serta para prajurit yang terluka selama dua dekade penugasan di Afghanistan.

“Saya tidak akan pernah melupakan keberanian dan pengorbanan mereka untuk negara,” kata Starmer.

Ia menilai pernyataan Presiden Trump telah melukai perasaan keluarga korban dan para veteran. Menanggapi pernyataan Diane Dernie, ibu dari veteran Ben Parkinson yang mengalami cedera parah, Starmer menegaskan bahwa ia akan meminta maaf jika pernah mengucapkan pernyataan serupa.

Kontroversi ini memicu reaksi luas di Inggris dan kembali menyoroti sensitivitas terhadap isu pengorbanan militer serta peran NATO dalam konflik Afghanistan.

Tampilan Utama