Mengenang Jenderal Soedirman, Panglima Besar TNI yang Lahir 24 Januari
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Tanggal 24 Januari menjadi momen penting dalam sejarah Indonesia. Pada tanggal inilah Jenderal Soedirman, Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) pertama, dilahirkan. Sosoknya dikenal sebagai simbol keteguhan, kesederhanaan, dan pengabdian tanpa pamrih kepada bangsa dan negara.
Lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, pada 24 Januari 1916, Jenderal Soedirman tumbuh dari latar belakang sederhana. Sejak muda, ia dikenal memiliki disiplin dan jiwa kepemimpinan yang kuat, yang kelak membawanya menjadi salah satu tokoh militer paling berpengaruh dalam sejarah perjuangan Indonesia.
Panglima Muda di Masa Revolusi
Jenderal Soedirman diangkat sebagai Panglima Besar TNI pada usia yang relatif muda, tak lama setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Dalam masa revolusi fisik, ia memegang peranan penting dalam menyusun dan memimpin kekuatan militer Indonesia yang masih terbatas.
Di bawah kepemimpinannya, TNI tidak hanya berfungsi sebagai alat pertahanan, tetapi juga sebagai simbol perlawanan rakyat terhadap upaya penjajahan kembali. Soedirman dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan prajuritnya dan menanamkan semangat juang serta kedisiplinan tinggi.
Perang Gerilya dan Keteladanan Seorang Pemimpin
Salah satu babak paling dikenang dalam perjalanan hidup Jenderal Soedirman adalah Perang Gerilya pada 1948–1949. Meski menderita penyakit paru-paru berat, ia tetap memimpin pasukan bergerilya selama berbulan-bulan untuk melawan agresi militer Belanda.
Dalam kondisi fisik yang lemah dan harus ditandu, Soedirman menolak menyerah atau meninggalkan medan perjuangan. Keteladanan tersebut menjadikannya sosok yang dihormati, baik oleh anak buahnya maupun oleh lawan. Nilai pengorbanan, keberanian, dan kesetiaan kepada negara menjadi warisan utama dari kepemimpinannya.
Jenderal Soedirman wafat pada 29 Januari 1950 dalam usia 34 tahun. Meski usia hidupnya singkat, pengaruh dan nilai perjuangannya tetap melekat dalam sejarah bangsa. Pemerintah Republik Indonesia kemudian menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional atas jasanya.
Peringatan hari lahir Jenderal Soedirman menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui pengorbanan besar. Sosoknya dikenang tidak hanya sebagai panglima perang, tetapi juga sebagai teladan moral dan kepemimpinan bagi generasi penerus bangsa.