BNPB: Lebih dari 2 Ribu Warga Situbondo Terdampak Banjir
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Bencana banjir merendam ribuan rumah warga yang ada di Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur sejak beberapa waktu yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Situbondo setelah hujan lebat dengan waktu yang lama mengguyur wilayah tersebut.
"Sebanyak 6 desa yang tersebar di 5 kecamatan terdampak banjir tersebut," kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (24/1).
Abdul menyebut bahwa sebanyak 2.822 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana banjir itu.
Dalam rangka upaya percepatan penanganan darurat, Gubernur Jawa Timur menetapkan status siaga daruat bencana selama 155 hari dari 27 November 2025 hingga 1 Mei 2026.
Sementara itu, pada periode 25 hingga 26 Januari 2026, prakiraan cuaca di Indonesia menunjukkan sebagian besar wilayah masih akan berpotensi hujan. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa provinsi yang beresiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem dan angin kencang.
Wilayah - wilayah yang diprediksi memiliki potensi hujan lebat yang signifikan mencakup Bali, Pulau Jawa, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Sumatera Selatan.
Menyikapi bencana yang terjadi, Abdul kemudian mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap menjaga kesiapsiagaan dan kewaspadaan.
Kesiapsiagaan ini diperlukan para warga untuk menyikapi tidak hanya ancaman potensi risiko bahaya hidrometeorologi basah.
"Bagi warga yang tinggal di daerah bantaran sungai diminta selalu memantau ketinggian air secara berkala. Jika terjadi hujan berintensitas tinggi dalam durasi lama, warga disarankan melakukan evakuasi mandiri, mengetahui jalur evakuasi, dan memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi," imbaunya.