5 Kelurahan di Kabupaten Sumbawa Diterjang Bencana Banjir dan Longsor


Oleh : Ronald Steven

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Bencana banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat sejak Jumat (23/1).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, peristiwa itu terjadi setelah hujan sangat tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Sumbawa.

"Sebanyak 12 desa dan 5 kelurahan yang tersebar di 8 kecamatan terdampak banjir tersebut," kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (24/1).

"Lebih dari 1.587 KK terdampak peristiwa ini," imbuhnya.

Abdul mengatakan bahwa sejak banjir terjadi personel BPBD telah melakukan upaya penanganan darurat, seperti evakuasi warga ke tempat yang aman dan kaji cepat di lapangan.

Sementara itu, pada periode 25 hingga 26 Januari 2026, prakiraan cuaca di Indonesia menunjukkan sebagian besar wilayah masih akan berpotensi hujan. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa provinsi yang beresiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem dan angin kencang.

Wilayah - wilayah yang diprediksi memiliki potensi hujan lebat yang signifikan mencakup Bali, Pulau Jawa, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Sumatera Selatan.

Menyikapi bencana yang terjadi, Abdul kemudian mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap menjaga kesiapsiagaan dan kewaspadaan.

Kesiapsiagaan ini diperlukan para warga untuk menyikapi tidak hanya ancaman potensi risiko bahaya hidrometeorologi basah.

"Bagi warga yang tinggal di daerah bantaran sungai diminta selalu memantau ketinggian air secara berkala. Jika terjadi hujan berintensitas tinggi dalam durasi lama, warga disarankan melakukan evakuasi mandiri, mengetahui jalur evakuasi, dan memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi," imbaunya.

Tampilan Utama