Waspadai 4 Penyakit Ini Saat Musim Hujan dan Cuaca Ekstrem
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Musim hujan yang disertai cuaca ekstrem membawa dampak serius bagi kesehatan masyarakat. Curah hujan tinggi, banjir, genangan air, hingga perubahan suhu yang tidak menentu dapat meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit, terutama di wilayah padat penduduk.
Kondisi lingkungan yang lembap dan sanitasi yang terganggu menjadi faktor utama munculnya penyakit musiman. Karena itu, kewaspadaan sejak dini diperlukan agar masyarakat dapat melindungi diri dan keluarga dari ancaman penyakit yang kerap meningkat saat musim hujan.
1. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Demam berdarah menjadi salah satu penyakit yang paling sering meningkat saat musim hujan. Genangan air di sekitar rumah dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, serta munculnya bintik merah pada kulit. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan rutin menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, dan membersihkan lingkungan dari barang bekas yang dapat menampung air hujan.
2. Leptospirosis
Leptospirosis merupakan penyakit yang kerap muncul saat terjadi banjir. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyebar melalui air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan, terutama tikus.
Penularan dapat terjadi ketika kulit yang terluka atau selaput lendir bersentuhan langsung dengan air banjir. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, hingga mata merah. Menghindari kontak langsung dengan air banjir dan menggunakan alas kaki saat beraktivitas menjadi langkah pencegahan penting.
3. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Perubahan suhu yang ekstrem, udara lembap, serta paparan hujan dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memicu ISPA. Penyakit ini umumnya ditandai dengan batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga demam.
ISPA lebih rentan menyerang anak-anak, lansia, dan orang dengan imunitas rendah. Menjaga daya tahan tubuh, menggunakan pakaian hangat, serta menghindari paparan hujan dan angin secara langsung dapat membantu mengurangi risiko.
4. Diare dan Penyakit Pencernaan
Banjir dan hujan deras sering kali mengganggu kebersihan air dan makanan. Air minum yang terkontaminasi serta makanan yang tidak higienis dapat memicu diare dan infeksi saluran pencernaan lainnya.
Gejala umum meliputi buang air besar cair, mual, muntah, dan nyeri perut. Pencegahan dapat dilakukan dengan memastikan air minum dimasak hingga mendidih, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari konsumsi makanan yang tidak terjamin kebersihannya.
Musim hujan dan cuaca ekstrem tidak hanya membawa dampak lingkungan, tetapi juga risiko kesehatan yang serius. Sobat Holopis harus tetap waspada untuk menjaga keselamatan di cuaca ekstrem, dan menjaga kesehatan tubuh yang sedang rentan.