HOLOPIS.COM, JAKARTA – Banjir Jakarta terus jadi sorotan karena dilaporkan sudah menelan korban jiwa. Ada seorang pengemudi mobil tewas karena terjebak banjir dan kemacetan di Jakarta Barat.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menyarankan agar Pemerintah Provinsi DKI terutama jajaran dinas terkait terutama Sumber Daya Air, Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD bisa melakukan mitigas. Bagi dia, mitigasi penting secara sigap dan tepat penting dilakukan demi meminimalkan dampak kerugian materil maupun korban jiwa.
“Kami minta dinas terkait melakukan penanganan dan mitigasi yang cepat, termasuk antisipasi dalam beberapa hari ke depan di lokasi rawan banjir,” kata Yuke di Jakarta, Jumat, (23/1/2026).
Yuke pun menyampaikan duka mendalam atas insiden meninggalnya seorang pengemudi inisial AR (51), karena diduga terjebak macet imbas banjir di Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat pada Kamis (22/1).
“Kami dari DPRD DKI Jakarta mengucapkan rasa duka yang mendalam atas kejadian tersebut,” ujar politikus PDIP itu.
Lebih lanjut, Yuke mengimbau agar warga Jakarta bisa waspada di tengah cuaca ekstrem hujan lebat di Jakarta. Guyuran hujan lebat itu membuat sejumlah wilayah Rukun Tangga (RT) dan ruas jalan terendam banjir.
Dia bilang dengan upaya mitigasi yang tepat bisa menekan dampak kerugian materil maupun korban jiwa.
Yuke mengingatkan tak hanya genangan dan banjir, dampak lain seperti longsor mesti diwaspadai. Menurut dia, dinas terkait mesti gerak cepat dengan melakukan deteksi dini,
“Beberapa laporan hari ini seperti di Srengseng Sawah banyak yang longsor. Ini juga harus segera dideteksi biar bisa diantisipasi dan tidak memakan korban,” katanya.
Kemudian, ia juga menyoroti agar jajaran Pemprov DKI bisa lebih cermat soal pemberian izin ke pembangunan di daerah rawan.
Bagi dia, insiden banjir dan longsor merupakan sinyal untuk dievaluasi bersama. Ia mengingatkan agar pembangunan di Jakarta mesti selaras dengan rencana detail tata ruang yang sudah ditetapkan.
“Agar cermat dalam memberikan izin membangun di lokasi yang rawan longsor atau sempadan sungai yang ada di Jakarta, termasuk di atas saluran air tutur Yuke.
Seorang pria yang merupakan pengemudi mobil insial AR (51) dilaporkan tewas karena terjebak banjir. Saat insiden itu, mobil yang dikendarakan AR juga terjebak kemacetan di Jalan Layang (flyover) Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (22/1).
Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, menjelaskan korban AR pertama kali diketahui sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, seorang saksi melihat mobil yang dikendarai korban tiba-tiba berhenti di tengah jalan dan tak bergerak.
Kendaraan yang kemudikan AR menghambat arus lalu lintas. Mobil di belakangnya pun terus membunyikan klakson.
Saksi pun melapor kepada petugas polisi lalu lintas di lokasi. Peugas awalya mengira mobil mengalami mogok. Tapi, saat kaca mobil diketuk, tak ada respons dari dalam.
“Petugas kemudian membuka pintu mobil yang ternyata tidak terkunci. Saat itu korban ditemukan dalam posisi duduk dengan kepala tertunduk,” kata Alexander.

