Prabowo Tegaskan Posisi Indonesia sebagai Titik Terang Ekonomi Global
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu titik terang perekonomian global di tengah ketidakpastian dunia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berbicara dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Kamis (22/1/2026).
Prabowo mengungkapkan bahwa predikat tersebut bukan sekadar klaim pemerintah, melainkan penilaian resmi dari Dana Moneter Internasional (IMF).
Dalam laporan Article IV Mission 2025, IMF menyebut Indonesia sebagai “global bright spot” atau titik terang ekonomi dunia.
Penilaian itu diberikan setelah Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen sepanjang 2025, bahkan diproyeksikan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2026, meskipun dunia tengah menghadapi tekanan geopolitik dan perlambatan ekonomi global.
“IMF baru-baru ini menggambarkan Indonesia sebagai, saya kutip, ‘titik terang global’ dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah situasi eksternal yang menantang,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan, apresiasi dari lembaga internasional tidak datang tanpa dasar. Menurutnya, berbagai indikator menunjukkan ekonomi Indonesia tetap solid dan terkelola dengan baik.
Selain pertumbuhan yang stabil, inflasi Indonesia berhasil ditekan di bawah 2 persen, sementara defisit APBN tetap dijaga di bawah 3 persen terhadap PDB.
“Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh. Kebijakan kami telah dan akan selalu terkalibrasi dengan baik,” lanjutnya.
Prabowo juga menekankan bahwa stabilitas ekonomi nasional bukanlah hasil kebetulan. Ia menyebut persatuan, kolaborasi, dan konsistensi kebijakan sebagai fondasi utama ketahanan Indonesia.
“Kami, Indonesia, telah dan akan selalu memilih persatuan daripada perpecahan, memilih persahabatan dan kolaborasi daripada konfrontasi,” pungkas Prabowo.