HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Kamis (22/1).
Dalam pidatonya, Prabowo membuka dengan gambaran mengenai karakter bangsa Indonesia yang selama ini jarang tampil menonjol di panggung dunia, namun memiliki tekad kuat untuk mengejar ketertinggalan.
“Anda mungkin belum mendengar kisah kami, karena kami adalah bangsa yang tidak suka pamer, kami cenderung rendah hati, berada di bawah radar, tetapi kami sangat bertekad dalam upaya kami untuk mengejar ketertinggalan dan sejajar dengan dunia,” ujar Prabowo, dikutip Holopis.com, Jum’at (23/1).
Prabowo kemudian menyoroti capaian Indonesia dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Ia menyebut kondisi saat ini sebagai titik terendah kemiskinan ekstrem sepanjang sejarah Indonesia, sekaligus menegaskan target ambisius pemerintah ke depan.
“Anda mungkin belum mendengar kisah ini, tetapi kemiskinan ekstrem di Indonesia telah turun ke tingkat terendah dalam sejarah. Saya bertekad, dalam empat tahun ke depan, kami akan menghapus kemiskinan ekstrem dan menurunkan kemiskinan secara keseluruhan,” kata Prabowo.
Ia menekankan bahwa agenda pengentasan kemiskinan bukan sekadar program pemerintahan, melainkan misi personal yang ingin ia tuntaskan.
“Itulah misi hidup saya. Itulah misi saya di sisa tahun-tahun hidup saya. Tidak ada yang lebih menantang dan tidak ada yang lebih memuaskan daripada menurunkan kemiskinan dan memberantas kelaparan,” ujarnya.
Dalam pidato tersebut, Prabowo juga membagikan nilai kepemimpinan yang ia pelajari dari para pendahulunya. Ia mengutip pesan seorang tokoh yang ia sebut sebagai pemimpin politik yang jujur dan bijaksana.
“Ada sebuah pepatah yang saya pelajari dari para orang tua saya, salah satu dari mereka, seorang yang sangat bijaksana, sangat jujur, pemimpin politik, dia berkata kepada saya, ‘Prabowo, tugas seorang pemimpin itu sangat sederhana. Pemimpin negara ini, jika ingin menjadi pemimpin negara ini, kamu harus bekerja agar orang miskin dan orang lemah bisa tersenyum dan tertawa. Sangat sederhana,’” tuturnya.
Menurut Prabowo, senyum dan tawa masyarakat miskin merupakan indikator harapan dan perbaikan kualitas hidup.
“Apa artinya? Jika orang miskin dan lemah bisa tersenyum dan tertawa, itu berarti mereka memiliki harapan, itu berarti mereka melihat masa depan. Itu berarti penghidupan mereka membaik,” lanjut Prabowo.
Ia menegaskan bahwa fokus utama pemerintahannya adalah memastikan kelompok masyarakat paling rentan dapat merasakan manfaat pembangunan secara nyata.
“Jadi itulah misi saya sekarang, membuat orang miskin Indonesia, orang lemah Indonesia, tersenyum,” katanya.
Dalam konteks itu, Prabowo menekankan pentingnya agenda reformasi tata kelola sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi ekonomi nasional.
“Saya pikir bagian dari ini adalah kita harus memerangi korupsi, manipulasi, dan kejahatan,” tegas Prabowo.
Pidato tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkenalkan arah kebijakan ekonomi dan visi kepemimpinan nasional di hadapan para pemimpin dunia, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan global yang hadir di WEF Davos 2026.

