HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah akan membangun 12 pabrik pakan dan produksi ayam day old chick (DOC) pada akhir Januari tahun ini, sebagai solusi jangka panjang guna menstabilkan harga ayam DOC yang dinilai oleh para peternak kecil masih tinggi.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, bahwa sebelumnya telah ada kesepakatan penurunan harga DOC.
Harga di tingkat produsen disepakati sebesar Rp11.000 per ekor dan Rp12.000 di tingkat hilir. Namun, implementasinya dinilai tidak berjalan mulus di lapangan.
“Aku sudah minta minggu lalu harganya Rp11 ribu di produsen. Clear. Dan minta di ujung Rp12 ribu. Apa yang terjadi? Tidak berubah harganya. Berteriak peternak kecil,” ujarnya, dikutip Holopis.com, Jumat (23/1/2026).
Amran memaparkan, pada bulan sebelumnya harga DOC bahkan sempat menembus Rp14.000 per ekor, jauh di atas harga normal yang umumnya berada di kisaran Rp9.000.
Pemerintah kemudian menetapkan Rp11.000 sebagai jalan tengah agar pelaku usaha dan peternak sama-sama mendapatkan ruang usaha yang adil.
“Tahu apa yang terjadi? Enggak ada perubahan. Terus aku tanya. Siapa yang sekarang mau disalahkan? Pemerintah kan? Padahal pelakunya mereka. Pemerintah yang disalahkan padahal dia yang berbuat. Inilah yang kita mau perbaiki semua,” kata Amran.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, pemerintah memutuskan untuk masuk langsung ke sektor produksi melalui pembangunan pabrik pakan dan DOC milik negara yang akan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah tersebut diharapkan mampu memutus ketergantungan pasokan dari pihak tertentu serta menjaga stabilitas harga di tingkat peternak.
“Solusinya adalah adalah negara akan membangun pabrik pakan dan produksi DOC. Itu negara. Doakan dalam waktu singkat. Kita bangun 12 ya. 12 unit seluruh Indonesia. Ini solusi permanen. Doakan ini (kenaikan harga) tidak terjadi lagi,” kata dia.
Amran menambahkan, pembangunan pabrik tersebut akan melibatkan Danantara. Rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) dijadwalkan berlangsung pada 28 Januari 2026.
“(Melibatkan) Danantara, doakan 28 Januari groundbreaking,” tandasnya.

