Menteri PANRB Ingin Pastikan Platform Layanan Publik Jawab Kebutuhan Masyarakat
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini meminta agar jajarannya terus mengupayakan transformasi pelayanan publik yang berbasis kebutuhan manusia.
Hal ini disampaikan Rini agar negara benar-benar dapat hadir untuk melayani sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga semua pihak harus menyadari bahwa kebutuhan transformasi kebijakan dan pelayanan berbasis kebutuhan publik menjadi aspek yang sangat krusial.
"Transformasi pelayanan publik harus dapat menghadirkan standar layanan yang lebih spesifik dan mengambil dari kacamata masyarakat atau user experience saat mengakses layanan,” kata Menteri Rini dalam keterangan persnya yang diterima Holopis.com, Jumat (23/1/2026).
Bagi Rini, semakin dekat platform pelayanan publik dengan masyarakat sebagai user, maka itu menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan layanan birokrasi antara pemerintah dengan rakyat.
"Semakin pemerintah dekat dengan masyarakat, maka semakin baik," tegasnya.
Untuk mewujudkan semangat itu, Kementerian PANRB tengah menjalin bekerja sama dengan Prospera (Program Kemitraan Australia-Indonesia untuk Pembangunan Ekonomi). Saat ini pun telah dilakukan upaya riset mengenai pelayanan publik di Indonesia. Nantinya, data riset tersebut ini bukan hanya sekadar memberikan gambaran terkait kondisi pelayanan publik yang ada saat ini, akan tetapi juga memberikan pandangan mengenai pengembangan yang diperlukan agar transformasi pelayanan publik dapat berkembang dengan basis pada kebutuhan manusia.
Masukan yang dihasilkan berdasarkan riset ini dimaksudkan agar kebijakan mengenai pelayanan publik dapat terus berjalan adaptif sesuai dengan perkembangan zaman, namun juga tetap menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan masyarakat.
“Hasil riset ini dapat menjadi referensi dalam perumusan kebijakan pelayanan publik ke depan agar masyarakat menjadi pusat dari pelayanan publik, sehingga seluruh kebutuhan masyarakat dapat diakomodir,” ujar Rini.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia Purwadi Arianto mengatakan sejalan dengan pimpinannya itu. Di mana jika pelayanan publik bisa fokus kepada siklus hidup dan kebutuhan masyarakat, maka hal itu dapat mendorong peningkatan kualitas hidup manusia.
“Dalam menjalankan pelayanan publik yang berbasis pada kebutuhan manusia, maka pemerintah harus dapat proaktif, inovatif, serta problem solving dalam mengakomodir kebutuhan masyarakat,” ungkap purnawirawan Polri tersebut.