Hamas Kecam Keterlibatan Netanyahu dalam Dewan Perdamaian Buatan Donald Trump


Oleh : Darin Brenda Iskarina

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Kelompok Hamas menyatakan penolakan keras terhadap keterlibatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam Dewan Perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat untuk menangani situasi di Gaza. Kecaman tersebut disampaikan Hamas pada Kamis (22/1), dengan menyebut langkah itu bertentangan dengan prinsip keadilan dan pertanggungjawaban.

Dalam pernyataan resminya, Hamas menilai pelibatan Netanyahu sebagai langkah yang keliru di tengah konflik yang belum terselesaikan. Kelompok itu menuding Israel sebagai pihak yang selama ini menjadi sumber utama ketegangan dan kekerasan di wilayah Palestina.

“Pendudukan merupakan akar dari terorisme,” demikian pernyataan Hamas, dikutip Holopis.com, Jum'at (23/1).

Hamas selanjutnya menuding pemerintahan Netanyahu terus menghambat implementasi gencatan senjata di Gaza. Kelompok tersebut menyebut berbagai pelanggaran masih terjadi meski gencatan senjata telah berlaku lebih dari tiga bulan, termasuk serangan terhadap warga sipil serta perusakan infrastruktur penting.

Menurut Hamas, upaya menciptakan stabilitas di kawasan tidak dapat dilakukan tanpa perubahan mendasar terhadap kebijakan Israel di wilayah pendudukan.

“Langkah pertama untuk menuju stabilitas adalah dengan menghentikan pelanggaran-pelanggaran Israel dan mengakhiri pendudukan secara permanen,” lanjut pernyataan tersebut.

Kecaman Hamas muncul setelah Netanyahu mengonfirmasi pada Rabu (21/1) bahwa dirinya menerima undangan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bergabung dalam inisiatif Dewan Perdamaian tersebut.

Donald Trump secara resmi meluncurkan Dewan Perdamaian pada Kamis dalam sebuah upacara penandatanganan piagam yang digelar di sela-sela World Economic Forum di Davos, di mana hadir pula Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Peluncuran tersebut berlangsung tanpa kehadiran sejumlah sekutu Eropa Amerika Serikat.

Sejumlah pengamat internasional menilai inisiatif yang dipimpin Washington itu berpotensi melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta kerangka kerja multilateral yang selama ini menjadi dasar upaya perdamaian di Gaza. Kekhawatiran tersebut menguat setelah beberapa negara besar dan mitra tradisional AS memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian tersebut.

Tampilan Utama