Tiga Jurnalis dan 11 Warga Palestina Tewas Imbas Serangan Israel ke Gaza
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Tiga jurnalis Palestina dilaporkan tewas setelah kendaraan yang mereka tumpangi menjadi sasaran serangan Israel di wilayah Gaza tengah, Rabu (21/1).
Insiden tersebut terjadi di tengah eskalasi serangan yang sejak Rabu dini hari telah menewaskan sedikitnya 11 warga Palestina, termasuk dua anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Seperti yang dikutip Holopis.com dari Aljazeera, Kamis, (22/1) Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh, mengatakan bahwa ketiga jurnalis yang tewas bekerja sebagai jurnalis foto untuk Komite Bantuan Mesir untuk Gaza, lembaga yang bertugas mengoordinasikan bantuan kemanusiaan Mesir di wilayah tersebut.
Ketiga jurnalis itu adalah Anas Ghunaim, Abdul Ra’ouf Shaath, dan Mohammad Qeshta. Mereka sedang meliput kondisi di lapangan di wilayah Gaza tengah, dekat Koridor Netzarim, ketika kendaraan mereka diserang. Sumber medis dan rekan korban menyebutkan satu orang lainnya juga tewas dalam serangan tersebut.
Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan kendaraan para jurnalis dalam kondisi hangus dan hancur di pinggir jalan, dengan asap masih mengepul dari puing-puing kendaraan yang terbakar.
Juru bicara Komite Bantuan Mesir untuk Gaza, Mohammed Mansour, kepada kantor berita Associated Press menyatakan bahwa para jurnalis tersebut tengah merekam aktivitas di sebuah kamp pengungsian yang baru dibangun. Ia menambahkan, serangan terjadi sekitar lima kilometer dari wilayah yang dikuasai Israel, dan kendaraan tersebut telah diketahui oleh militer Israel sebagai milik lembaga bantuan Mesir.
Sementara itu, Radio Militer Israel, mengutip sumber keamanan, menyebut Angkatan Udara Israel menargetkan kendaraan di Gaza tengah dengan klaim bahwa penumpangnya menggunakan drone untuk mengumpulkan informasi intelijen terkait pasukan Israel.
Korban Sipil Terus Bertambah
Selain tewasnya para jurnalis, serangan Israel di berbagai wilayah Gaza juga menewaskan delapan warga Palestina lainnya. Di Deir el-Balah bagian timur, Gaza tengah, tiga orang dari satu keluarga termasuk seorang anak dilaporkan tewas dalam serangan terpisah, menurut sumber Rumah Sakit Martir Al-Aqsa.
Di Gaza selatan, seorang anak berusia 13 tahun dilaporkan tewas ditembak tentara Israel saat mengumpulkan kayu bakar di Bani Suheila, timur Khan Younis. Seorang perempuan berusia 32 tahun juga dilaporkan tewas dalam insiden penembakan di sekitar wilayah Khan Younis.
Sementara itu, dua warga Palestina lainnya dilaporkan tewas dalam serangan terpisah di wilayah utara Jalur Gaza, menurut kantor berita Palestina, Wafa.
Tuduhan Pelanggaran Gencatan Senjata
Pejabat Palestina menuduh Israel terus melanggar gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dan mulai berlaku sejak 10 Oktober. Selain operasi militer, Israel juga disebut masih membatasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, termasuk makanan, obat-obatan, dan bahan tempat tinggal.
Sekitar 2,2 juta penduduk Gaza kini menghadapi krisis kemanusiaan serius di tengah cuaca dingin dan keterbatasan tempat berlindung, dengan sebagian besar warga mengandalkan tenda-tenda darurat.
Berdasarkan data militer Israel, pasukan Israel masih menguasai secara militer sebagian besar wilayah Jalur Gaza dan pada praktiknya mengendalikan hampir seluruh kawasan tersebut.