Presiden Prabowo Boyong Investasi Senilai Rp90 Triliun dari Pemerintah Inggris


Oleh : Ronald Steven

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto sukses menjalin 3 kesepakatan penting hasil pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Raja Charles III.

Hal itu mulai dari komitmen investasi miliaran poundsterling, kerja sama strategis di sektor maritim, hingga penguatan pendidikan tinggi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, komitmen pertama yang didapatkan adalah investasi dari Inggris sebesar 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp90 triliun.

Kedua, penguatan kerja sama di bidang maritim. Ketiga, kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.

"Jadi kapalnya ini nanti menurut Menteri Kelautan akan memperkerjakan sekitar 600 ribu orang. Kenapa? Karena nanti diproduksinya, dirakitnya di Indonesia," kata Teddy dalam keterangannya pada Rabu (21/1) seperti dikutip Holopis.com.

Selain sektor ekonomi dan maritim, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian besar pada penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan tinggi.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, antara lain King’s College London, University of Oxford, Imperial College London, University of Edinburgh, dan sejumlah universitas top lainnya.

"Intinya satu, yang pertama ada kerja sama pendidikan. Jadi Bapak Presiden ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran, kemudian di bidang STEM (science, technology, engineering, and mathematics) itu nanti beliau akan membuat di Indonesia," jelasnya.

Kerja sama tersebut mencakup berbagai skema, mulai dari peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, hingga pertukaran dosen.

Selain itu, pertemuan Presiden Prabowo dengan Menteri Pendidikan Inggris serta perwakilan Russell Group—kelompok universitas terbaik di Inggris—juga diharapkan dapat mendorong peningkatan peringkat universitas-universitas Indonesia di tingkat global.

Tampilan Utama