HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejumlah bencana alam melanda pemukiman warga yang ada di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah sejak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, hujan deras dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dalam durasi cukup lama pada Selasa (20/1) telah menyebabkan beberapa rumah warga terdampak.
Lokasi terdampak yakni Kecamatan Jumantono, Karanganyar, Matesih, dan Jatipuro.
Sebanyak 20 KK serta 20 unit rumah turut terdampak,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (22/1).
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan status siaga darurat melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 100.3.3.1/409 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir Tanah Longsor, dan Cuaca Ekstrem di Prov. Jawa Tengah Tahun 2025/2026 TMT 23 Oktober 2025 s.d 23 Mei 2026.
Abdul memastikan untul kondisi terkini di wilayah terdampak sudah dalam keadaan kondusif dan terkendali, telah dilakukan pengamanan sementara oleh warga dengan pendampingan aparat setempat.
Tidak hanya cuaca ekstrem, angin kencang juga terjadi di Kabupaten Karanganyar, pada Rabu (21/1). Lokasi terdampak yakni Desa Ngemplak, Karangpandan dan Doplang, di Kecamatan Karangpandan.
“Tercatat sebanyak 40 KK terdampak dengan kerugian materi diantaranya 40 unit rumah dan 20 unit kios,” ujarnya.
“Kondisi terkini di lokasi terdampak sudah dalam keadaan kondusif dan terkendali, telah dilakukan pengamanan sementara oleh warga dengan pendampingan aparat setempat,” sambungnya.
Sementara itu, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatra Selatan, Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.
Abdul kemudian mengimbau untuk menjauhi wilayah terbuka Ketika terjadi hujan yang disertai petir serta angin kencang. Hindari berteduh dibawah pohon, bangunan serta infrastruktur yang mudah rapuh.
“Tetap tenang dan selalu siaga menghadapi perubahan cuaca, serta pahami langkah evakuasi mandiri jika diperlukan,” imbaunya.

