HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jumlah korban tewas akibat kebakaran besar yang melanda sebuah pusat perbelanjaan di Karachi, kota terbesar di Pakistan, kembali bertambah. Hingga Kamis (22/1), sedikitnya 55 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap korban lain yang diduga tertimbun di dalam bangunan.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Gul Plaza, sebuah gedung pusat perbelanjaan tiga lantai yang hangus dilalap api. Hingga lima hari setelah kejadian, otoritas setempat belum mengumumkan penyebab pasti kebakaran tersebut.
“Total 55 jenazah telah ditemukan sejak Sabtu malam,” ujar Wakil Komisaris Distrik Selatan Karachi, Javed Nabi Khoso, dikutip Holopis.com, Kamis (22/1).
Proses evakuasi yang dinilai berjalan lambat menuai kritik dari keluarga korban. Lebih dari 50 keluarga telah menyerahkan sampel DNA dengan harapan dapat mengidentifikasi anggota keluarga mereka yang masih hilang.
“Kami akan menyerahkan jenazah kepada keluarga setelah hasil pencocokan DNA dinyatakan sesuai,” kata pejabat kesehatan, Summaiya Syed, kepada wartawan pada Rabu.
Salah satu keluarga korban, Faraz Ali, mengungkapkan keinginannya agar jenazah para korban segera ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga. Ayah dan adik laki-lakinya yang berusia 26 tahun diketahui berada di dalam mal saat kebakaran terjadi.
“Saya hanya ingin jenazah mereka ditemukan dan diserahkan kepada keluarga yang berhak,” ujarnya.
“Setidaknya keluarga bisa mendapatkan sesuatu, sedikit ketenangan. Biarkan kami melihat mereka untuk terakhir kalinya, dalam kondisi apa pun, agar kami bisa mengucapkan selamat tinggal,” lanjut pria berusia 28 tahun itu.
Pemerintah provinsi setempat mengumumkan akan memberikan santunan sebesar 10 juta rupee Pakistan kepada setiap keluarga korban meninggal. Selain itu, seluruh 1.200 pedagang yang terdampak kebakaran juga akan menerima kompensasi.
“Insiden di Gul Plaza adalah tragedi yang sangat menyedihkan dan memilukan,” kata Menteri Informasi Provinsi, Sharjeel Inam Memon.
Ia mengakui bahwa kebakaran kerap terjadi di kawasan pasar dan pabrik di Karachi, yang selama ini dikenal memiliki infrastruktur keselamatan yang buruk. Namun, kebakaran dengan skala sebesar ini disebut jarang terjadi.
“Sekitar 90 persen bangunan di seluruh Pakistan tidak memiliki sistem keselamatan kebakaran,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers.
Pemerintah provinsi, kata Memon, kini tengah mengambil langkah-langkah untuk memastikan prosedur keselamatan kebakaran diterapkan di pusat perbelanjaan dan pasar, meski tidak merinci bentuk kebijakan yang akan dilakukan.

