Survei Median Bongkar Penyebab Bencana Sumatra: Alam Rusak karena Ulah Manusia

24 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Survei Media Nasional (Median) merilis sejumlah temuan terbaru dalam risetnya. Salah satu temuan Median terkait
pandangan publik terhadap penyebab bencana banjir dan longsor di Sumatra.

Menurut temuan Median, penyebab bencana Sumatra mengarah dengan pemicu aktivitas manusia. Temuan itu terekam dalam hasil survei Median yang mengulas opini pengguna media sosial terkait bencana Sumatra.

- Advertisement -

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun menjelaskan dari hasil persepsi mayoritas responden menilai bencana Sumatra tak semata disebabkan faktor alam.

“Dari pertanyaan tanpa bantuan kuesioner kita menemukan bahwa mayoritas netizen 66,2% menilai penyebab bencana banjir di Sumatra ialah penggundulan hutan,” kata Rico Marbun, dalam keterangannya dikutip pada Rabu, (21/1/2026).

- Advertisement -

Rico menambahkan responden dalam survei juga menyoroti faktor lain berkaitan dengan aktivitas manusia seperti alih fungsi lahan resapan dan pertambangan ilegal. Selain itu, dipengarugi juga oleh ekspansi perkebunan sawit.

Dari temuan Median memperkuat pandangan publik bahwa kerusakan lingkungan jadi faktor dominan di balik bencana.

Rico menuturkan jika diklasifikasikan lebih lanjut, survei Median mencatat 85,3 persen responden menilai bencana Sumatra dipicu faktor manusia. Sementara, hanya 14,5 persen responden yang menilai bencana lebih dipicu oleh faktor alam.

Pun, dalam pertanyaan tertutup, responden juga diminta memilih pandangan terkait penyebab bencana. Dari temuan Median, jawaban responden dengan hasil mayoritas sebanyak 58,9 persen menyatakan banjir dipicu oleh aktivitas manusia seperti pembalakan liar dan alih fungsi lahan.

“Adapun 36,5 persen responden menilai bencana terjadi akibat perpaduan antara cuaca ekstrem dan kondisi lingkungan yang telah rusak,” jelas Rico

Sementara, hanya 4,6 persen responden yang berpandangan bahwa banjir murni dipicu oleh curah hujan tinggi dan faktor meteorologi lainnya.

Dari keterangan Median, temuan pihaknya memperlihatkan publik dalam persepsinya punya kesadaran tinggi terhadap keterkaitan antara kerusakan lingkungan dan meningkatnya risiko bencana. Persepsi itu mencerminkan harapan masyarakat akan pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan untuk mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang.

Survei terbaru Median dilakukan dalam kurun waktu 9–13 Januari 2026. Survei dilakukan melalui penyebaran kuesioner di media sosial.

Responden survei merupakan pengguna aktif media sosial berusia 17 hingga 60 tahun ke atas. Dengan jumlah sampel dalam survei sebanyak 1.000 responden yang tersebar proporsional di 38 provinsi Indonesia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
24 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru