Pendaki Gunung Gede Pangrango Akan Dipantau Gelang RFID
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Pemanfaatan teknologi kini mulai merambah dunia wisata alam, termasuk aktivitas pendakian gunung. Gunung Gede Pangrango menjadi salah satu kawasan konservasi yang bersiap menerapkan sistem pemantauan berbasis teknologi canggih demi meningkatkan keamanan dan keselamatan pengunjung.
Melalui informasi yang dibagikan akun resmi Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan pada Senin (19/1), setiap pendaki nantinya akan dibekali gelang khusus berteknologi RFID saat proses registrasi.
"RFID & Panic Button (SOS) hadir untuk meningkatkan keselamatan pendaki," tulis akun ?img_index=9&igsh=a2Z4N2M2cjR6YWRz">@ayoketamannasional_official, seperti dikutip oleh Holopis.com.
Gelang ini memungkinkan pergerakan pendaki terpantau secara otomatis oleh sistem selama berada di jalur pendakian Gunung Gede Pangrango.
Penerapan gelang RFID menandai babak baru pengelolaan pendakian yang lebih modern dan terkontrol.
RFID atau Radio Frequency Identification merupakan teknologi nirkabel yang memanfaatkan gelombang radio untuk mengidentifikasi dan melacak objek secara otomatis melalui chip elektronik.
Dalam konteks pendakian, teknologi ini memungkinkan pengelola mengetahui posisi dan pergerakan pendaki tanpa harus melakukan pemantauan manual. Dengan sistem tersebut, aktivitas hiking yang selama ini identik dengan alam bebas kini berpadu dengan pendekatan berbasis data dan teknologi.
Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah strategis Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan (PJL) KSDAE Kementerian Kehutanan bersama pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Fokus utamanya adalah memperkuat aspek security dan safety, sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola kawasan konservasi yang setiap tahunnya menarik ribuan pendaki dari berbagai daerah.
Selain membantu pengawasan, penggunaan gelang RFID juga dinilai berpotensi mempermudah penanganan situasi darurat.
Jika terjadi kondisi tidak diinginkan di jalur pendakian, sistem dapat memberikan gambaran awal mengenai lokasi pendaki, sehingga respons evakuasi bisa dilakukan lebih cepat dan terarah.
Meski demikian, kebijakan penggunaan gelang RFID ini belum diberlakukan dalam waktu dekat. Hingga saat ini, Gunung Gede Pangrango masih ditutup sementara untuk aktivitas pendakian.
Penutupan tersebut telah berlangsung sejak 13 Oktober 2025 dan dilakukan sebagai bagian dari proses pembenahan serta perbaikan tata kelola pendakian.
Penutupan sementara ini menjadi momentum bagi pengelola untuk menyiapkan sistem yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan sebelum kawasan kembali dibuka untuk umum.
Dengan dukungan teknologi seperti RFID, pengelolaan pendakian ke depan diharapkan tidak hanya menawarkan pengalaman alam yang menarik, tetapi juga menjamin keselamatan pengunjung serta kelestarian lingkungan