Legenda Hantu Banyu, Arwah Penasaran Penjaga Air
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Di wilayah Kalimantan, terdapat salah satu sosok makhluk gaib yang dipercaya sebagai penjaga perairan seperti sungai dan rawa, yakni Hantu Banyu. Sosok Hantu Banyu disebut sebagai penunggu air, yang tidak hanya menjaga melainkan juga menguji setiap manusia yang melintasi wilayahnya.
Konon, diceritakan Hantu Banyu berasal dari arwah seorang wanita yang tewas tragis di perairan. Alkisah, seorang wanita bernama Lindang tewas di atas perairan Rawa Banyu, setelah perahu yang ditumpanginya dihantam oleh arus besar.
Masyarakat setempat menyebut, bahwa jenazah Lindang hingga saat ini tidak pernah ditemukan sebab ketika melakukan pencarian hanya ditemukan kain putih miliknya. Mereka percaya, bahwa arwahnya tidak mampu menyeberang ke alam baka sehingga Lindang menjadi penunggu perairan Banyu dan dipercaya sebagai penjaga wilayah tersebut.
Hantu Banyu dari arwah Lindang dikatakan tidak hanya urban legend semata. Masyarakat mengaku pernah bertemu dengannya di sekitar perairan Banyu. Sosoknya digambarkan berambut panjang basah, dengan wajah pucat pasih berwarna kebiruan, dan mata berwarna merah menyala.
Hantu Banyu akan muncul atau menampakan dirinya ketika malam hari, terlebih saat bulan purnama. Dia akan mengganggu setiap orang yang datang di sekitar perairan ketika waktu malam, dengan memanggil nama mereka.
Kemunculan Hantu Banyu memiliki beberapa tanda seperti muncul pusaran air, terhirup bau amis lumpur secara tiba-tiba meski berada jauh dari perairan, hingga adanya suara perempuan atau tangisan bayi yang samar dari tengah air.
Legenda Hantu Banyu dipercayai oleh masyarakat Kalimantan tidak hanya sekedar kisah mistis melainkan pengingat bagi mereka untuk selalu menjaga alam, terutama sungai. Hal ini dikarenakan, bagi sungai dipercayai tidak hanya sebatas jalur transportasi atau sumber rejeki, tetapi juga rumah bagi berbagai cerita mistis yang diwariskan secara turun-temurun
Tak hanya itu, para tetua dari kampung di Kalimantan juga percaya bahwa sosok Hantu Banyu tidak selalu jahat. Terkadang, Hantu Banyu juga menjaga orang-orang dari berbagai bahaya, seperti kemunculan binatang buas hingga badai sungai.
Hantu Banyu dipercaya hanya menargetkan manusia-manusia sombong, mereka yang tidak menghormati alam atau mereka yang merusak alam di sekitar. Hingga saat ini, kisah tentang Hantu Banyu terus diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Bukan tanpa alasan, masyarakat Kalimantan berharap melalui kisah ini setiap generasi mampu menjaga alam dengan baik.