Komisi I Dorong Diplomasi Perdamaian Usai SBY Ingatkan Ancaman Perang Dunia III


Oleh : Tri Wibowo Santoso

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin mendorong pemerintah mengoptimalkan diplomasi perdamaian Indonesia di forum internasional, menyusul peringatan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang kemungkinan terjadinya Perang Dunia III.

"Indonesia memiliki posisi moral dan politik yang kuat sebagai negara nonblok dan pengusung perdamaian dunia. Peran ini harus terus dioptimalkan," kata Tb Hasanuddin kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).

Politisi dari PDI Perjuangan tersebut menilai peringatan SBY patut menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan parlemen. Ia mengakui secara realistis Indonesia tidak dapat mencegah perang dunia sendirian, namun tetap memiliki ruang dan peran strategis melalui jalur diplomasi dan perdamaian internasional.

Lantas, ia juga mendorong agar Kementerian Luar Negeri segera mengaktifkan seluruh jajaran diplomatik Indonesia secara maksimal di berbagai forum internasional, khususnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk membangun suasana perdamaian serta mendorong dialog dan deeskalasi konflik global.

Tb Hasanuddin juga menekankan pentingnya mengaktifkan kembali organisasi masyarakat sipil dan LSM perdamaian, seperti gerakan Gong Perdamaian, yang membawa pesan simbolik tentang persatuan dan perdamaian dunia.

"Upaya perdamaian tidak cukup hanya melalui pemerintah. Partisipasi masyarakat sipil dan gerakan perdamaian juga harus diperkuat," ucapnya.

Selain itu, ia menekankan diplomasi parlemen memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas global dengan menjalin kerja sama dengan parlemen negara lain untuk mendorong dialog dan memperkuat komitmen bersama terhadap perdamaian dunia.

Sebelumnya, Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun media sosial X @SBYudhoyono pada Senin 19 Januari 2026. Mantan presiden tersebut menilai dinamika global saat ini menunjukkan tanda-tanda mirip dengan situasi dunia menjelang Perang Dunia I dan II.

"Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah. Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit," tulis SBY dalam cuitannya.

Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan global, mendorong berbagai pihak di Indonesia untuk mempertimbangkan peran strategis negara dalam menjaga perdamaian dunia. Indonesia dikenal sebagai negara pendiri Gerakan Non-Blok dan aktif dalam berbagai misi perdamaian PBB.

Tampilan Utama