Kapolda Djuhandani Nyatakan Jenazah Florencia Lolita Wibisono Teridentifikasi

57 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan, bahwa satu korban yang berhasil dievakuasi dan diidentifikasi adalah Florencia Lolita Wibisono (33).

Florencia Lolita adalah satu dari korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 yang menabrak gunung Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel pada hari Sabtu 17 Januari 2026 lalu.

- Advertisement -

“Bahwa korban yang teridentifikasi adalah saudari Florencia Lolita Wibisono. Ini pembuktian yang secara scientific yang telah diakui oleh internasional,” kata Djuhandani dalam konferensi pers di Mapolda Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026).

Hal ini juga sesuai dengan data pembanding dari Pusat Identifikasi bahwa memang jenazah yang diterima dari tim SAR yang melakukan evakuasi korban kecelakaan pesawat tersebut adalah Florencia Lolita Wibisono.

- Advertisement -

Florencia Lolita adalah pramugari maskapai penerbangan Indonesian Air Transport yang ikut menjadi korban kecelakaan maut tersebut.

“Tadi disampaikan ini tidak terbantahkan bahwa ini adalah identitas identik dengan identitas Lolita Wibisono,” tegasnya.

Saat ini, pihaknya bersama dengan tim SAR Makassar tengah berkoordinasi dengan keluarga almarhumah Florencia Lolita Wibisono untuk proses serah terima jenazah.

“Untuk saat ini terhadap satu korban untuk tindakan lebih lanjut kami masih berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait akan penyerahan lebih lanjut,” terangnya.

Sementara untuk proses evakuasi masih terus dilakukan. Bahkan ia menyebut tim rescue masih berada di lokasi kejadian untuk proses tindak lanjut.

Terlebih ia masih menaruh keyakinan bahwa masih ada korban yang selamat dari insiden tersebut. Ia berharap keyakinannya itu benar adanya.

“Sepenuhnya tim masih meyakini masih ada korban yang bisa diselamatkan dalam kondisi selamat, itu tetap kita pegang teguh,” tegas Djuhandani.

“Oleh karena itu seluruh anggota di lapangan baik itu dari TNI, Polri, semua masih konsentrasi terhadap 8 korban lagi yang kemungkinan masih bisa kita temukan,” sambungnya.

Pun demikian, ia menekankan bahwa kondisi cuaca dan medan evakuasi tetap menjadi pertimbangan yang utama dari tim di lapangan.

“Mohon maaf kepada publik, kepada masyarakat, situasi kondisi cuaca juga menjadi perhitungan kami dalam proses evakuasi ataupun pencarian,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
57 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru