IHSG Dibayangi Aksi Ambil Cuan, Waspada Potensi Pullback
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami pullback, dengan pergerakan di kisaran level 9.000 - 9.150 pada perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026).
Sebagai informasi, IHSG ditutup menguat tipis 0,1 persen ke level 9.134,70 pada perdagangan Selasa (20/1/2026), namun pergerakannya kini dibayangi potensi aksi ambil untung (profit taking).
Penguatan IHSG pada perdagangan kemarin terutama ditopang oleh sektor basic materials yang mencatatkan kinerja terbaik, berkat lonjakan harga emas yang kembali menyentuh level tertinggi baru.
Meski demikian, Phintraco Sekuritas menilai momentum penguatan IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan secara teknikal.
Hal tersebut tercermin dari indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang mulai melandai serta munculnya indikasi distribusi. Selain itu, Stochastic RSI juga berpotensi membentuk Death Cross di area overbought.
“Sehingga perlu diwaspadai potensi terjadi pullback akibat profit taking, dengan pergerakan IHSG diperkirakan pada kisaran 9.000-9.150,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, dikutip Holopis.com, Rabu (21/1/2026).
Dari sisi global dan makroekonomi, sentimen positif datang dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
IMF memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada 2026, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,9 persen.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2027 juga direvisi naik menjadi 5,1 persen YoY dari sebelumnya 5,0 persen, sementara estimasi pertumbuhan ekonomi 2025 tetap berada di level 5 persen YoY.
IMF menilai perekonomian Indonesia tetap solid, didukung oleh kuatnya konsumsi domestik, stabilitas makroekonomi yang terjaga, perbaikan iklim investasi, kemampuan adaptasi sektor swasta, serta berlanjutnya pembangunan berbasis teknologi.
Selain Indonesia, IMF juga merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 3,3 persen.
Meski dinilai tetap tangguh di tengah tekanan kebijakan perdagangan internasional, IMF mengingatkan adanya sejumlah risiko ke depan, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik dan potensi koreksi ekspektasi di sektor teknologi.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan (top picks), di antaranya yakni saham MDKA, BRMS, ARCI, MAPI, dan ADMR.