Sungai Meluap, Relawan MBG di NTT Tetap Antar Makanan ke Sekolah


Oleh : Ronalds Petrus Gerson

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Musim hujan yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan sejumlah sungai meluap, termasuk Sungai Noelmina yang menjadi batas alam antara Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Luapan sungai tersebut berdampak langsung pada distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Desa Koa, Kecamatan Mollo Barat.

Sedikitnya lima sekolah di Desa Tuppan, yang berada tepat di seberang Desa Koa, terancam tidak menerima MBG akibat akses darat yang terputus.

Namun kebutuhan gizi anak-anak sekolah tak bisa menunggu air sungai surut. Dengan peralatan seadanya, relawan MBG bersama warga setempat bergotong royong menggotong ratusan paket MBG menyeberangi sungai yang arusnya cukup deras.

Distribusi dilakukan secara bertahap. Paket MBG terlebih dahulu diangkut menggunakan kendaraan hingga bibir Sungai Noelmina.

Setelah itu, warga secara manual menyeberangkan paket-paket tersebut, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan gerobak hingga tiba di sekolah-sekolah penerima manfaat.

Sebanyak 430 paket MBG berhasil disalurkan ke lima sekolah, terdiri dari dua Sekolah Dasar (SD), satu Sekolah Menengah Atas (SMA), dan dua Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Sudah tiga hari ini MBG digotong menyeberang sungai karena sungai banjir,” ujar Kepala SPPG Desa Koa, Edigar Noel Alves Boavida, Selasa (20/1/2026).

Saat ini, SPPG Desa Koa di bawah naungan Yayasan Wadah Titian Harapan melayani 1.384 penerima manfaat, termasuk anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di tiga desa Kecamatan Mollo Barat.

Edigar berharap pemerintah segera membangun jembatan penghubung antarwilayah agar distribusi MBG dan aktivitas masyarakat berjalan lebih aman.

Pasalnya, jika harus memutar lewat jalur darat, warga harus menempuh perjalanan hingga tiga sampai empat jam melalui jalan berbatu dengan risiko longsor.

“Harapan kami, semoga pemerintah bisa membantu membangun jembatan untuk mempermudah pelayanan MBG ke desa seberang,” tutur Edigar.

Tampilan Utama