HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa kedaulatan siber sudah menjadi harga mutlak di era modern saat ini.
Hal itu disampaikan Sjafrie saat menghadiri forum diskusi Badan Siber Sandi Negara (BSSN) di Depok, Jawa Barat pada Senin (19/1).
Dalam forum strategis yang mengusung tema “Perkuat Konsolidasi untuk Menghadapi Ancaman Siber Nasional” tersebut, Sjafrie menegaskan bahwa kedaulatan siber bukan sekadar opsi pelengkap, melainkan fondasi vital pertahanan bangsa di era modern.
Menhan Sjafrie juga menyoroti pergeseran ancaman pertahanan dari perang konvensional menuju perang asimetris. Menhan menekankan bahwa dalam lanskap perang informasi dan psikologi saat ini, BSSN memegang peran sentral sebagai kekuatan pertahanan negara yang tidak boleh dipandang sebelah mata.
“BSSN ibarat suatu angkatan perang, dan Anda semua adalah awak dari angkatan perang asimetrik. BSSN harus menjadi safety belt (sabuk pengaman) dari stabilitas nasional,” kata Sjafrie dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com.
Sjafrie juga berpesan agar kemampuan teknis siber harus dibarengi dengan patriotisme tinggi. Kekuatan siber nasional tidak boleh terpecah-belah, melainkan harus terpusat dan solid untuk menjaga kedaulatan ideologi, politik, ekonomi, dan pertahanan negara dari infiltrasi asing.


