HOLOPIS.COM, MAROS – Pada pencarian hari ketiga, Tim SAR kembali temukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Penemuan jenazah kedua ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Syafii menyatakan bahwa korban yang baru saja ditemukan tersebut berjenis kelamin perempuan diduga satu dari dua pramugari dalam pesawat nahas tersebut.
Penemuan ini menambah jumlah korban yang berhasil dievakuasi menjadi dua orang dari total 10 orang yang berada di dalam pesawat.
Lokasi penemuan jenazah korban berada di titik yang sangat sulit dijangkau. Jika korban pertama ditemukan di lereng dengan kedalaman sekitar 200 meter, korban kedua ini ditemukan jauh lebih dalam, yakni di jurang dengan kedalaman 500 meter.
“Kondisi medan di sekitar penemuan digambarkan hampir tegak lurus dengan struktur bebatuan terjal yang sangat ekstrem, sehingga menyulitkan proses evakuasi fisik,”jelas Syafii.
Hingga saat ini, pihak Basarnas maupun kepolisian belum bisa memastikan identitas resmi dari jenazah perempuan tersebut.
Berdasarkan manifes penerbangan, hanya terdapat dua orang perempuan di dalam pesawat nahas tersebut, yang keduanya bertugas sebagai pramugari.
Sehingga identitas korban kini mengerucut pada dua nama, yakni Florencia Lolita Wibisono atau Esther Aprilita Sianipar.
Saat ini, jenazah masih berada di bawah pengawasan tim rescuer di lokasi sembari menunggu kondisi cuaca membaik untuk dibawa ke RS Bhayangkara Makassar guna proses identifikasi DNA.
Diketahui pada evakuasi hari ketiga ini, tim SAR gabungan melibatkan lebih dari 1.200 personel. Selain menemukan jenazah tim SAR juga menemukan sejumlah bagian pesawat serta barang-barang pribadi milik penumpang.
Seluruh temuan ini nantinya akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk kepentingan investigasi lebih lanjut.

Sebagai informasi, berdasarkan data manifes dan keterangan pihak keluarga, terdapat dua sosok perempuan yang menjadi kru dalam pesawat ATR 42-500, rute Yogyakarta-Makassar tersebut:
1. Florencia Lolita Wibisono (Ollen)
Florencia atau akrab disapa Ollen adalah pramugari senior berusia 32 tahun.
Ia memiliki rekam jejak panjang di dunia penerbangan dengan pengalaman selama 14 tahun sebagai pramugari di Lion Air sebelum pindah ke Indonesia Air Transport.
Di perusahaan tersebut, Ollen bukan hanya bertugas sebagai awak kabin, tetapi juga dipercaya sebagai pelatih atau trainer bagi pramugari baru.
Namun, ia diketahui baru sekitar tiga bulan bertugas di jenis pesawat ATR 42-500.
Ollen merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dan dikabarkan berencana menikah dengan seorang pilot dalam waktu dekat.
2. Esther Aprilita Sianipar
Esther adalah pramugari asal Bogor, Jawa Barat.
Komunikasi terakhir dengan keluarganya tercatat pada Jumat malam, 16 Januari 2026, melalui pesan singkat saat ia masih berada di Yogyakarta.
Ayah Esther, Adi Saputra, saat ini telah berada di Makassar dan memberikan sampel DNA di RS Bhayangkara untuk mempermudah proses identifikasi jenazah.
Pihak keluarga masih berharap adanya mukjizat atas keselamatan Esther dan kru lainnya.

