HOLOPIS.COM, JAKARTA – Prajurit TNI dari Kodam XIV/Hasanuddin berhasil bantu menemukan dua korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan dua korban itu terjadi pada Senin, (19/1).
Dari keterangan Pusat Penerangan (Puspen) TNI , operasi pencarian dan evakuasi korban dilakukan di medan pegunungan yang terjal. Selain itu, kawasan hutan lebat serta dihadapkan dengan kondisi cuaca yang tak menentu.
Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi menceritakan keterlibatan prajurit Kodam XIV/Hasanuddin dalam proses pencarian dan evakuasi. Menurut dia, di hari pertama pencarian pada Minggu (18/1), prajurit Kodam XIV/Hasanuddin masuk dalam Tim SAR gabungan bersama masyarakat berhasil menemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki.
“Penemuan tersebut dilakukan melalui penyisiran jalur-jalur ekstrem dan area yang sulit dijangkau dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan personel,” kata Kolonel Agung, dalam keterangannya, Selasa, (20/1/2026).

Pun, upaya prajurit Kodam XIV/Hasanuddin berlanjut dalam proses hari kedua pencarian, Senin (19/1). Prajurit TNI bersama tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban berjenis kelamin perempuan di kawasan Gunung Bulusaraung.
“Penemuan korban kedua ini merupakan hasil penyisiran intensif di medan pegunungan yang terjal dan rawan,” tutur Kolonel Agung.
Kolonel Agung menyampaikan dengan keberhasilan penemuan serta evakuasi mencerminkan komitmen dan kesiapsiagaan TNI dalam melaksanakan tugas kemanusiaan di tengah situasi darurat.
“Melalui disiplin, profesionalisme, serta sinergi lintas unsur, TNI terus berperan aktif mendukung operasi pencarian dan pertolongan di wilayah dengan tingkat kesulitan tinggi,” jelas Kolonel Agung.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 dengan rute penerbangan dari Yogyakarta dengan tujuan Makassar dilaporkan hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu, (17/1/2026. Pesawat nahas itu mengangkut 10 orang dengan rincian 7 awak dan 3 penumpang.
Adapun dua korban yang sudah ditemukan berada di area yang berbeda. Jenazah korban pertama di jurang dengan kedalaman 200 meter dari puncak gunung pada Minggu (18/1).
Lalui, jenazah korban kedua ditemukan di area kedalaman 500 meter dari puncak pada Senin (19/1).
Tim SAR gabungan sejauh ini masih terus melakukan pencarian terhadap 8 korban kecelakaan pesawat.


