Operasi SAR Hari Keempat, Tim Fokus Cari 8 Korban yang Belum Ditemukan

43 Shares

HOLOPIS.COM, MAROS – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di wilayah Pegunungan Bulu Saraung, Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), memasuki hari keempat pada Selasa (20/1).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa fokus utama pencarian hari keempat diarahkan pada penyisiran lanjutan lokasi temuan, baik barang-barang milik korban maupun bagian-bagian pesawat serta korban yang belum ditemukan.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Pada hari keempat operasi, tim SAR gabungan kembali menyisir area-area yang sebelumnya telah ditemukan barang milik korban dan serpihan pesawat. Penyisiran dilakukan secara bertahap dan terukur menyesuaikan rencana operasi,” kata Arif.

Ia menjelaskan bahwa tim SAR gabungan yang dibagi ke dalam 9 Search and Rescue Unit (SRU) memfokuskan pencarian pada sektor-sektor yang telah terpetakan berdasarkan koordinat temuan korban, barang milik korban, serta bagian badan pesawat.

- Advertisement -

Lokasi kejadian berada di kawasan tebing curam dengan perkiraan kedalaman ratusan meter dari puncak.

“SRU 1 hingga SRU 5 melaksanakan penyisiran di beberapa terapan yang menjadi titik temuan awal, antara lain lokasi korban pertama, serpihan dan jendela pesawat, mesin pertama dan tangga kursi, lokasi temuan korban kedua beserta barang pribadi, hingga area sayap dan mesin kedua pesawat di sekitar air terjun,” ujarnya.

Sementara itu, SRU 6 melakukan pengecekan lanjutan terhadap lokasi ekor pesawat yang berada di kedalaman sekitar 200 meter.

Untuk proses evakuasi, SRU 7 melaksanakan pemindahan korban menuju area persawahan Kampung Baru, dengan pengamanan jalur evakuasi oleh SRU 8.

Dari sektor udara, SRU 9 melaksanakan penyisiran menggunakan unsur helikopter dari Lanud Hasanuddin menuju kawasan Pegunungan Bulu Saraung untuk menyisir seluruh sektor pencarian dan memperkuat pemetaan lokasi bagi tim darat.

“Seluruh SRU bekerja berdasarkan data koordinat dan hasil temuan di lapangan. Medan yang curam dan cuaca ekstrem masih menjadi tantangan, namun operasi tetap dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan personel,” kata Arif.

Operasi SAR ini melibatkan unsur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, Polri, pemerintah daerah, serta potensi SAR lainnya.

“Perkembangan selanjutnya akan disampaikan secara berkala,”pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
43 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis