Menhan Sjafrie Beberkan Strategi Pertahanan Defensif Aktif di Rapim

36 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menekankan sejumlah langkah strategis dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026.

Rapim itu sendiri diketahui diselenggarakan melalui video conference di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Senin (19/1).

- Advertisement -Hosting Terbaik

Rapim Kemhan dan TNI Tahun 2026 mengusung tema “Pengembangan Sistem Pertahanan Negara Menjaga dan Mengendalikan Kedaulatan NKRI”. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan, strategi, serta anggaran pertahanan Tahun Anggaran 2026.

Dalam arahannya, Menhan menegaskan bahwa penyelenggaraan pertahanan negara berlandaskan pada amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya kewajiban negara melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

- Advertisement -

Selain itu, Sjafrie menekankan bahwa Sishankamrata adalah satu kekuatan yang juga merupakan satu keutuhan dari TNI serta rakyat di dalam upaya pertahanan negara.

Lebih lanjut, dalam paparannya mengenai kebijakan, strategi, dan anggaran pertahanan Tahun Anggaran 2026, Menteri Pertahanan Sjafrie menjelaskan strategi pertahanan defensif aktif, kebijakan penyelenggaraan pertahanan negara tahun 2025–2029, kebijakan sentralisasi, serta arah kebijakan pertahanan negara.

Sjafrie kemudian menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pimpinan serta jajaran Kementerian Pertahanan dan TNI atas kerja sama yang solid sepanjang Tahun 2025.

Menhan menegaskan bahwa kepercayaan terhadap TNI merupakan hal yang sangat penting, karena TNI hanya dapat menjalankan perannya secara optimal dalam menjaga dan menyelamatkan bangsa apabila seluruh elemen berada dalam kondisi yang utuh, solid, serta senantiasa menyatu dengan rakyat.

Lebih lanjut, Menhan mengajak seluruh jajaran untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan dengan optimisme dan keyakinan penuh. Setiap tugas yang diemban, apa pun bentuknya, hendaknya dilandasi niat yang tulus, minat yang kuat, serta semangat nasionalisme dan patriotisme.

Dengan demikian, Kemhan dan TNI diharapkan dapat terus menjadi instrumen negara yang memberi teladan bagi kementerian dan lembaga lain, sekaligus menjadi kebanggaan nasional bagi bangsa Indonesia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
36 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis