Manohara Ungkap Ibunya Adalah Dalang Pernikahan Paksanya Saat Remaja
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Aktris dan model Manohara belakangan ini kembali menjadi pembicaraan di publik, setelah ia mengungkapkan bahwa pernikahannya dengan Pangeran Kelantan, Tengku Muhammad Fahri tidak sah karena terdapat pemaksaan terhadap dirinya yang masih di bawah umur saat itu, kali ini Manohara mengungkapkan bahwa ia tak lagi memiliki hubungan dengan sang ibu, Daisy Fajarina.
Dalam unggahannya di Instagram Story @manodelia, ia mengatakan bahwa ia dan ibunya tak pernah dekat. Berakting pura pura dekat, kata Manohara, sengaja dilakukan ibunya di depan publik agar membuat ibunya terlihat baik.
“Secara privasi, saya tumbuh kekerasan emosional dan psikologis, dan terkadang kekerasan fisik. Sata beberapa kali dimanipulasi dan dimanfaatkan,” tulis Manohara, dikutip Holopis.com, Selasa (20/1).
Manohara yang juga lebih akrab dipanggil Mano ini juga menyampaikan bahwa ia dipaksa untuk terlibat dalam hal yang sangat terkenal dan berbahaya, yang diketahui publik Indonesia sebagai ‘pernikahannya’ dengan Pangeran Kelantan, Tengku Muhammad Fahri, yang diwarnai dengan tudingan kekerasan, dan usaha Manohara untuk kabur ke Indonesia beberapa kali.
“Saat remaja, saya dipaksa ke dalam sebuah situasi yang sayangnya terkenal dan berbahaya, di mana sebagian besar dari kalian tahu, dan melibatkan orang lain dan keuntungan untuknya (ibu Manohara),” lanjut Mano.
Manohara menekankan lagi bahwa ia tidak memberikan konsen terhadap hal itu, dan meninggalkan luka yang lama untuknya.
Ada Akun Palsu Diduga Ibunya
Mano juga menunjukkan sebuah akun netizen yang diduga milik ibunya. Dalam kolom komentar Manohara, akun itu menekankan bahwa pernikahan Manohara telah sah secara agama, hal itu pun dibantah oleh Manohara yang mengatakan bahwa saat itu terjadi, ia terus meminta agar semua berhenti dan memohon agar tidak ditinggal sendirian dengan ‘pria’ itu.
“Ini bohong, sekali lagi, saya tidak memberikan konsen. Dia memaksa saya. Tidak ada sekalipun saya tidak memohonnya untuk berhenti, tidak ada satupun waktu saya tidak memohonnya untuk tidak meninggalkan saya dengan pria itu,” kata Manohara.
Bahkan, Manohara mengatakan ibunya membentak dan menyerangnya secara fisik karena tidak mau ditinggal sendirian dengan pria itu.
“Bukannya membantu anaknya, ia berteriak ke saya, dan memukul saya karena tidak mau ditinggal sendirian dengan pria itu,” pungkasnya.
Alasan Memutuskan Kontak dengan Ibunya
Manohara kemudian menjelaskan bahwa memutuskan kontak dengan ibunya bukan sesuatu yang ia sadari dalam satu kali, namun terjadi secara beberapa kali dan berkembang dalam beberapa tahun. Saat semakin dewasa, ia pun semakin mandiri dan tidak takut lagi dengan kontrol ibunya.
“Saat saya tumbuh dewasa, saya menjadi lebih mandiri, dan tidak lagi takut. Kontrolnya terhadap saya berhenti bekerja, dan akhirnya saya tidak takut lagi dengannya,” kata Manohara.
Manohara kemudian menceritakan bahwa ibunya suka main dukun, dan sering memaksa Manohara melewati ritual-ritual karena menganggap ia bukan anak penurut, dan percaya ada sesuatu yang jahat di dalam diri Manohara.
“Saya dipaksa minum air ritual, mandi di minyak, dan menjalani ritual-ritual yang menakutkan dan membingungkan. Pengalaman ini membuat saya trauma, dan tetap berbekas di diri saya hingga saya dewasa,” kata Manohara.
Ia pun menutip cerita dukun ibunya itu dengan menekankan bahwa tidak ada dukun dan ilmu hitam dalam Islam, dan menekankan bahwa apa yang dilakukan ibunya bukan lah karena Islam, melainkan benar-benar kekerasan.