HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sama seperti Indonesia yang terkenal dengan berbagai urban legend seperti Kuntilanak, Wewe Gombel, Suanggi, Sundel Bolong dan berbagai makhluk gaib lainnya, di Kolombia dan Venezuela terdapat salah satu legenda populer tentang sosok gaib bernama El Silbon.
Konon, diceritakan El Silbon merupakan sosok arwah penasaran yang digambarkan memiliki tubuh yang hanya tersisa tengkorak, dan kerap berjalan di tengah malam sambil memikul sekantong tulang milik ayahnya.
Asal Usul Legenda El Silbon
Cerita tentang El Silbon tidak datang tanpa sebab. Dahulu kala diceritakan El Silbon merupakan seorang anak dari keluarga kaya raya. Sebagai anak tunggal kaya raya, El Silbon terbiasa hidup mewah dengan keinginannya yang selalu terpenuhi.
Karena selalu dimanjakan El Silbon memiliki sifat yang cukup temperamen. Dia selalu marah ketika keinginannya tidak terpenuhi, bahkan kepada kedua orang tuanya.
Suatu hari diceritakan El Silbon ingin makan daging rusa, dan meminta sang ayah untuk berburu. Namun, sepulang dari berburu ayahnya tidak membawa daging rusa sesuai permintaannya. El Silbon yang marah akhirnya membunuh sang ayah.
Sang kakek yang marah atas tindakan El Silbon lalu mengikatnya di sebuah gubuk dekat dengan anjing-anjing kelaparan. Sebelum tubuhnya hancur dimakan oleh anjing-anjing tersebut, sang kakek sempat melontarkan kutukan kepadanya agar seumur hidup berjalan membawa tengkorak sang ayah.
Sejak saat itu, arwah El Silbon dipercaya masih bergentayangan dan menjadi arwah pendendam. Dia dipercaya sering berjalan di malam hari, dengan tubuh tengkorak membungkuk sambil memikul sekantong tulang sang ayah dia punggungnya.
Masyarakat percaya bahwa El Silbon akan mencekik dan membunuh korban jika bertemu dengannya di malam hari. Salah satu target utama dari El Silbon adalah para pria yang kasar dan tempramen seperti dirinya.
Salah satu ciri yang menandakan adanya sosok El Silbon adalah siulannya. Diketahui El Silbon berjalan sambil bersiul, dengan siulan khasnya seperti nada do re mi fa sol la si do. Sama seperti Kuntilanak, masyarakat percaya bahwa jika siulannya jauh, maka sosoknya berada di dekat kita, begitupun sebaliknya.
Hingga kini, legenda El Silbon masih diwariskan secara turun temurun di masyarakat Venezuela dan Kolombia. Kiah El Silbon menjadi pengingat agar setiap kita harus berlaku baik kepada orang tua, dan sesama.


