Inovasi Pertadex Pertamina Raih Apresiasi Internasional di Thailand

33 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional.

Inovasi pengembangan formula bahan bakar diesel rendah sulfur, Pertadex, meraih apresiasi dari National Research Council of Thailand (NRCT) dalam ajang internasional yang digelar pada 5–9 Januari 2026 di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC), Thailand.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi bertajuk Boosting Low-Sulphur Diesel Output through New Fuel Formulation and Production-Line Modifications.

Inovasi ini dinilai mampu menjadi solusi atas tantangan komponen penyusun Avtur, bahan bakar pesawat terbang, tanpa mengorbankan komitmen produksi maupun kualitas produk.

- Advertisement -

Inovasi ini menegaskan kemampuan kilang nasional beradaptasi dan bersaing di tengah dinamika industri energi global.

Melalui pembaruan formula dan penyesuaian lini produksi, KPI Unit Balikpapan berhasil meningkatkan produksi Pertadex sekaligus menjaga pasokan Avtur.

Proses produksi menjadi lebih efisien dengan minimnya penggunaan Pertadex untuk media flushing line, waktu produksi yang lebih singkat, serta optimalisasi operasional kilang.

General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, menyampaikan bahwa inovasi merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam merespons tantangan bisnis yang terus berkembang.

“Inovasi adalah bagian daripada strategi perusahaan untuk beradaptasi terhadap dinamika dan tantangan, baik dari dalam maupun luar organisasi. Keberhasilan ini membuktikan bahwa semangat pekerja dalam menghadirkan solusi nyata tidak pernah padam,” ujar Anto dalam keterangan pers yang diterima oleh Holopis.com, Senin (19/1).

Dari sisi kinerja, inovasi Pertadex telah menghasilkan lifting sebesar 1,629 juta barel dan berkontribusi pada peningkatan profit perusahaan hingga USD 7,2 juta. Selain itu, waktu produksi berhasil dipangkas dari 10,5 hari menjadi 7,8 hari, dengan tetap menjaga kualitas produk dan menekan emisi karbon hingga 1.399 ton CO₂ per tahun.

Atas capaian tersebut, KPI Unit Balikpapan meraih Gold Medal, Invention Presentation, serta Exhibiting Valuable Invention dari NRCT.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Executive Director NRCT, Wiparat De-ong. Tim inovator Pertamina juga menerima Special Award dari Association of Polish Inventors and Rationalizers (API&R) Polandia.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa penghargaan ini mencerminkan kapabilitas perwira Pertamina di tingkat global.

“Inovasi FOMO-DEX dari Kilang Balikpapan sangat strategis karena menciptakan nilai tambah finansial melalui efisiensi serta mendukung komitmen keberlanjutan melalui pengurangan emisi karbon,” tegas Baron.

Pengakuan di IPITEX 2026 semakin mengukuhkan posisi KPI Unit Balikpapan sebagai penggerak inovasi kilang nasional dan memperkuat peran Indonesia dalam peta inovasi energi dunia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
33 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis