Gibran Sempatkan Tinjau MBG Saat Kunker di Tasikmalaya
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 2 Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (20/1). Peninjauan ini merupakan bagian dari pengawalan langsung terhadap program prioritas nasional di bidang pemenuhan gizi dan kesehatan pelajar.
Kunjungan ini sekaligus memastikan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui program pemenuhan gizi nasional berjalan konsisten di lapangan. Presiden menekankan bahwa pemenuhan gizi sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing, sehingga implementasi program MBG harus dijalankan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
Pada kesempatan tersebut, Wapres Gibran meninjau langsung proses distribusi makanan bergizi kepada para siswa serta berinteraksi dengan pihak sekolah. Ia menekankan pentingnya konsistensi kualitas makanan, ketepatan distribusi, serta pemenuhan standar gizi yang seimbang agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh para siswa.
Wapres juga mengingatkan bahwa keberhasilan program MBG membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, pihak sekolah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Dengan kolaborasi yang solid, program ini diharapkan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang.
Kepala SMAN 2 Tasikmalaya, Ina Reina Susanti, menjelaskan bahwa program MBG di sekolahnya telah berjalan sejak 17 Februari 2025 dan hingga kini terlaksana dengan baik.
"Pelaksanaan program MBG di SMAN 2 Tasikmalaya berjalan dengan baik dan lancar. Para siswa mayoritas sangat antusias karena makan siang menjadi lebih teratur dengan gizi yang sudah ditakar," ungkapnya.
Ia menambahkan, hingga 19 Januari 2026, jumlah siswa penerima program MBG di SMAN 2 Tasikmalaya mencapai 1.383 siswa. Menurutnya, berbagai kendala teknis dalam distribusi dapat diatasi melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala.
"Alhamdulillah, kendala teknis dalam distribusi kepada para siswa sejauh ini dapat teratasi," imbuhnya.
Ina juga menyampaikan kesan dan harapannya atas kunjungan Wapres ke sekolahnya. Ia menilai kunjungan tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk perhatian pemerintah terhadap pelaksanaan MBG di lapangan.
"Kami merasa terhormat menjadi salah satu sekolah yang dikunjungi sehingga Bapak Wakil Presiden dapat melihat langsung pelaksanaan MBG. Harapannya, program ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya visi Indonesia Emas 2045," tutupnya.