UPDATE : Korban Tewas Tabrakan Kereta di Spanyol Bertambah Jadi 39 Orang


Oleh : Darin Brenda Iskarina

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Jumlah korban tewas akibat tabrakan dua kereta cepat di Spanyol selatan kembali bertambah. Otoritas setempat menyatakan sedikitnya 39 orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang kini disebut sebagai kecelakaan kereta terburuk di Spanyol dalam lebih dari satu dekade.

Sebelumnya, jumlah korban tewas diketahui 21 orang, sedangkan puluhan korban yang mengalami luka serius masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Sebanyak 30 korban berada dalam kondisi luka serius dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding laporan awal sejumlah media yang menyebutkan korban luka serius mencapai 25 orang,” demikian disampaikan Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente, dikutip Holopis.com, Senin (19/1).

Sebagai informasi, kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.45 waktu setempat atau Senin (19/1) pukul 01.45 WIB. Otoritas Spanyol menyebut sebuah kereta yang mengangkut 317 penumpang dengan rute Malaga–Madrid tergelincir di dekat wilayah Adamuz, sekitar 20 kilometer dari Cordoba, akibat penyebab yang masih diselidiki.

Kereta yang tergelincir tersebut kemudian menabrak kereta cepat lain dengan rute Madrid–Huelva yang melaju di jalur bersebelahan. Akibat benturan tersebut, kereta rute Madrid–Huelva juga keluar dari jalur.

Perdana Menteri Spanyol Ucapkan Belasungkawa

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyampaikan belasungkawa atas tragedi tersebut. Keluarga Kerajaan Spanyol juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.

“Hari ini adalah malam yang penuh kepedihan bagi negara kita akibat kecelakaan kereta yang tragis di Adamuz,” tulisnya melalui platform media sosial X.

Oscar Puente menyebut tabrakan tersebut sebagai kejadian yang 'mengerikan'. Ia menjelaskan bahwa dua gerbong terakhir kereta Malaga–Madrid tergelincir dan menghantam dua gerbong terdepan kereta yang melaju dari arah berlawanan, sehingga kedua rangkaian kereta keluar dari rel.

Layanan darurat dari wilayah Andalusia segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Sejumlah warga setempat turut membantu mengevakuasi penumpang yang mengalami luka ringan ke pusat olahraga terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Unit Darurat Militer Spanyol juga diterjunkan guna mendukung operasi penyelamatan.

Operasi evakuasi berlangsung hingga Minggu malam waktu setempat. Otoritas memperingatkan bahwa jumlah korban tewas masih berpotensi bertambah. Sementara itu, layanan kereta di jalur terdampak ditangguhkan setidaknya hingga Selasa (20/1).

Operator infrastruktur perkeretaapian Spanyol, Adif, membuka pusat informasi di Stasiun Atocha Madrid, Malaga, dan Huelva untuk membantu keluarga penumpang yang terdampak. Saluran telepon khusus juga disediakan bagi para kerabat korban.

Sebagai catatan, kecelakaan kereta paling mematikan di Spanyol terjadi pada Juli 2013, ketika 79 orang tewas setelah sebuah kereta cepat tergelincir saat memasuki Kota Santiago de Compostela dengan kecepatan berlebih.

Tampilan Utama