HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ahli digital forensik yang juga tersangka kasus isu ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Wododo, Rismon Sianipar menyindir eks koleganya yakni Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Rismon lempar sindiran menohok buat Eggi dan Damai Lubis.
Rismon bilang status hukum Eggi dan Damai Lubis yang sudah lepas dari kasus ijazah Jokowi tak terlalu penting. Dia menegaskan tak ada masalah meski Eggi dan Damai Lubis mundur dari kasus ijazah Jokowi karena Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).
Dia menegaskan meskipun dirinya tak akan mundur seandainya nanti tinggal sendiri dalam kasus ijazah Jokowi.
“So what gitu loh. Kayak merasa penting kali ya. Gak penting juga. Jangan kan mereka yang mundur. Semua mundur tinggal satu saya aja, saya tetap maju kok, gak takut,” kata Rismon dikutip dari YouTube Refly Harun, pada Senin, (19/1/2026).
Rismon mengaku takut kalau dia dan timnya tak bisa menjual buku berjudul ‘Gibran End Game. Wapres Tak Lulus SMA’.
“Saya takut kalau tim saya ini takut gak jual ini. Saya target 1 juta eksemplar harus ada di tangan orang Indonesia. Dalam dan luar negeri,” lanjut Rismon.
Menurutnya, buku itu sudah diterjemahkan dirinya ke dalam Bahasa Inggris. Kata dia, setiap malam, ia menerjemahkan buku itu ke dalam Bahasa Inggris.
“Jam 8 malam sampai jam 12 malam. Makanya saya sekarang agak jarang live sekarang. Fokus ke sini, men-translate ini,” ujar Rismon.
“Tanpa punya ijazah SMA cuy. Ini harus kita perjuangkan,” kata Rismon lagi.
Dia pun menyinggung Eggi dan Damai Lubis yang status tersangka sudah dicabut. Menurut Rismon, baik Eggi dan Damai Lubis sudah SP3 sejak 15 Desember 2025 saat gelar perkara khusus.
Rismon menyindir Eggi dan Damai Lubis sebaiknya pergi ke pinggiran dengan menjadi penonton saja.
“Jangan kalian nanti over klaim ‘Kami itu yang memulai kalian hanya ahli’. Jangan sebut nama itu. Ya sudah pergi ke pinggiran pertandingan, kalian menonton aja. Gak usah terlibat lagi,” tutur Rismon.
Lebih lanjut, dia mengungkit momen Damai Lubis atau DHL yang pernah menelponnya soal koordinasi mendatangi kampus Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengecek ijazah Jokowi.
“14 April 2025, DHL menelpon saya bere bagaimana bere, dah datang jadi ke Yogya UGM. Oke sudah tulang,” kata Rismon menirukan omongan Damai Lubis.
Dia mengatakan saat itu, dirinya, Roy Suryo dan Dokter Tifa pergi ke UGM dengan biaya masing-masing. Sementara, DHL dan Eggi tak jadi ke UGM karena dalih macet dalam perjalanan di tol.
“Datang lah kami ke ruang 109 di UGM pukul 10 pagi kalau gak salah itu. Dan mereka terlambat bisnya. DHL dan kawan-kawan, ada sesuatu dan lain hal. Kemacetan di tol,” ujar Rismon.
Saat itu pada 15 April 2025, Rismon bersama Roy Suryo dan Dokter Tifa akhirnya yang mewakili ke Fakultas Kehutanan UGM.


