HOLOPS.COM, JAKARTA – Pemerintah tengah menyiapkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil yang berada di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Langkah ini dilakukan untuk menangani berbagai persoalan di industri tekstil dan garmen nasional, termasuk masalah yang menimpa PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, keberadaan BUMN Tekstil tersebut sejatinya bukan hal baru karena telah berada dalam lingkup Danantara.
“Kalau berkenaan dengan BUMN Tekstil, sebetulnya bukan sesuatu yang baru ya karena di bawah Danantara,” ujar Prasetyo kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Holopis.com, Senin (19/1).
Prasetyo menjelaskan, pemerintah akan memiliki satu BUMN yang secara khusus diminta fokus untuk menangani persoalan industri garmen dan tekstil nasional. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas berbagai tantangan yang dihadapi sektor tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
“Kita sekarang memiliki satu BUMN yang memang fokus, diminta fokus untuk menangani masalah garmen, kemudian masalah tekstil, terutama yang berkaitan dengan kemarin kejadian yang menimpa Sritex,” paparnya.
Menurut Prasetyo, saat ini proses pembentukan serta penguatan peran BUMN Tekstil tersebut masih terus berjalan. Pemerintah berharap seluruh tahapan dapat dirampungkan dalam waktu dekat agar langkah penanganan bisa segera dilakukan secara lebih terstruktur.
“Jadi ini sedang proses, kita harapkan dalam waktu dekat semua proses sudah bisa diselesaikan. Sehingga Sritex bagaimanapun kita harus selamatkan dalam artian kegiatan ekonominya tetap harus berjalan,” kata Prasetyo.
Ia menegaskan, upaya penyelamatan Sritex menjadi salah satu perhatian utama pemerintah mengingat besarnya kontribusi perusahaan tersebut terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja.
“Karena di sana kurang lebih mempekerjakan 10.000 karyawan dan cukup besar kegiatan ekonomi yang dihasilkan dari produk-produk pakaian, seragam, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor ke mancanegara,” tandasnya.


