Haldin Group Jadi Contoh Industri Nasional Berbasis Inovasi Terintegrasi

22 Shares

HOLOPIS.COM, BEKASI – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menekankan pentingnya inovasi berbasis riset dan integrasi rantai nilai sebagai kunci ketahanan komoditas strategis nasional. Hal tersebut disampaikan saat meninjau fasilitas produksi PT Haldin Pacific Semesta di Cibitung, Jawa Barat.

Irene mengapresiasi langkah Haldin Group yang telah bertransformasi menjadi penyedia bahan baku alami (natural building blocks) bagi industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) global selama lebih dari tiga dekade. Menurutnya, model bisnis yang mengandalkan kekayaan intelektual dan teknologi merupakan contoh nyata hilirisasi yang kompetitif.

- Advertisement -

“Bangga sekali melihat ada industri di Indonesia yang 100 persen bertumpu pada inovasi. Inilah yang dimaksud Presiden tentang ketahanan, bukan hanya pangan, tetapi juga komoditas strategis seperti teh dan kopi,” ujar Irene dalam keterangan resminya.

Dalam tinjauan tersebut, jajaran manajemen Haldin memaparkan struktur bisnis yang terbagi dalam beberapa pilar strategis untuk mengamankan posisi pasar. Pertama, Haldin Natural & Foods berperan menyediakan solusi bahan pangan alami dan building blocks yang presisi untuk industri kesehatan, kecantikan, hingga layanan kuliner profesional berskala besar.

- Advertisement -

Kedua, terdapat Haldin X yang berfungsi sebagai innovation enabler bagi startup dan challenger brand. Platform ini bertujuan untuk mempercepat proses transformasi ide dan formulasi produk hingga masuk ke tahap produksi massal yang siap pasar.

Ketiga, Haldin juga menghadirkan Talasi, sebuah inisiatif social enterprise yang mengelola produk konsumen seperti kopi, kacang mete, dan madu. Talasi fokus pada integrasi praktik berkelanjutan bersama petani di tingkat hulu untuk menciptakan hubungan yang lebih inklusif.

CEO sekaligus Pendiri PT Haldin Pacific Semesta, Alisjahbana Haliman, menyatakan bahwa penguatan aset dan teknologi menjadi fondasi agar rantai nilai dapat terintegrasi sepenuhnya. “Kami menyiapkan infrastruktur agar pelaku usaha lain bisa tumbuh bersama melalui kolaborasi di ekosistem kami,” kata Alisjahbana.

Kementerian Ekonomi Kreatif menyatakan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi lebih luas antara pemain industri besar seperti Haldin dengan pelaku ekonomi kreatif, khususnya di subsektor kuliner yang tengah berkembang pesat.

Irene menilai platform seperti Haldin X sangat relevan dengan visi pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif lokal. Dengan dukungan teknologi manufaktur yang mumpuni, merek-merek baru berbasis inovasi lokal diharapkan dapat lebih cepat menembus pasar formal.

“Kami ingin pelaku usaha bisa naik kelas dan masuk ke rantai pasok yang lebih kuat melalui kemitraan industri,” tambahnya.

Kunjungan ini ditutup dengan diskusi mengenai potensi pengembangan produk biodiversitas Indonesia menjadi komoditas bernilai tambah tinggi di pasar internasional. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Kuliner Kementerian Ekraf Andy Ruswar, serta jajaran direksi PT Haldin Pacific Semesta.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
22 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru