HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama mitra bantuan kemanusiaannya menyerukan pencabutan pembatasan terhadap pasokan perlengkapan sekolah di Jalur Gaza agar lebih banyak anak dapat kembali mengakses pendidikan. Seruan tersebut disampaikan di tengah upaya pemulihan layanan pendidikan dan penanganan dampak cuaca musim dingin ekstrem.
“Kami tengah bekerja bersama para mitra untuk membantu lebih banyak anak kembali bersekolah serta mendukung masyarakat yang terdampak cuaca musim dingin ekstrem,” demikian disampaikan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA), dikutip Holopis.com, Minggu (18/1).
OCHA mencatat, saat ini lebih dari 440 ruang belajar telah beroperasi di Gaza. Fasilitas tersebut melayani sekitar 270.000 siswa dengan dukungan lebih dari 6.300 guru. Sepanjang Januari, sebanyak 10 lokasi belajar sementara tambahan di Kegubernuran Gaza juga telah direnovasi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Selain sektor pendidikan, OCHA melaporkan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat badai musim dingin. Lebih dari 200 tenda telah didistribusikan kepada warga terdampak, disertai ribuan terpal, selimut, pakaian hangat, peralatan memasak dan makan, serta lampu bertenaga surya.
Meski berbagai bantuan telah disalurkan, kebutuhan tempat tinggal di Jalur Gaza masih sangat mendesak. OCHA menyebutkan, lebih dari 1 juta warga masih membutuhkan bantuan hunian serta solusi jangka panjang, termasuk perbaikan rumah yang rusak dan penyediaan paket hunian darurat.


