Banjir Di Jakarta Utara Rendam Rumah Dan Pertokoan


Oleh : Darin Brenda Iskarina

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta Utara ramai diperbincangkan di media sosial TikTok sejak Sabtu malam hingga Minggu (18/1). Sejumlah video yang diunggah warganet memperlihatkan genangan air merendam kawasan pergudangan, ruas jalan, hingga permukiman warga.

Salah satu video diunggah oleh akun TikTok @hadzafadhli, memperlihatkan banjir di kawasan pergudangan Jakarta Utara. Dalam video tersebut, genangan air tampak mengisi area sekitar bangunan dengan keterangan singkat yang menyebut banjir kembali terjadi.

Unggahan tersebut memicu respons dari warganet di kolom komentar. Akun @sundarduniya menanyakan lokasi banjir.

“Daerah mana ini Bang?" demikian dikutip Holopis.com, Minggu (18/1).

Komentar tersebut dijawab langsung oleh pemilik akun, @hadzafadhli, yang menyebut lokasi bahwa lokasi berada di Pergudangan Dunex.

Komentar lain datang dari akun @magdalenakjt yang menuliskan bahwa banjir membuatnya tidak mau ke mana-mana dan cukup menyiapkan makanan di rumah.

“Tgl sek ya banjir… buset gak usah kemana-mana dulu, siapin makanan buat di rmh aja n bertahan,” katanya. menggambarkan kondisi warga yang memilih bersiap.

Sementara itu, video lain di TikTok diunggah oleh akun @albertali_a, yang memperlihatkan genangan air merendam kawasan permukiman dan pertokoan.

?q=banjir&t=1768707671027

Berbagai unggahan dan komentar di TikTok tersebut menunjukkan banjir dirasakan langsung oleh warga Jakarta Utara di sejumlah lokasi berbeda. Warganet juga saling bertukar informasi terkait wilayah terdampak dan kondisi terkini genangan air.

Seperti diberitakan Holopis.com sebelumnya, hujan deras yang mengguyur kawasan Kelapa Gading sejak Jumat malam (17/1) hingga Sabtu pagi menyebabkan banjir di sejumlah permukiman warga. Curah hujan dengan intensitas tinggi tersebut berlangsung hampir 12 jam.

Air berwarna cokelat keruh terlihat merendam halaman, teras, hingga masuk ke dalam rumah warga. Lantai rumah tampak basah dengan sisa lumpur dan sampah ringan yang terbawa genangan. Warga mulai membersihkan rumah sejak pagi hari sambil menunggu air surut, sementara aktivitas lingkungan terganggu akibat banjir.

Tampilan Utama