Wamenhaj Dahnil Minta Para Petugas Pahami Betul Syariat Jemaah Haji Perempuan


Oleh : Muhammad Ibnu Idris

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan kepada para petugas haji dan pendamping untuk memahami betul syariat haji untuk jemaah perempuan.

Hal ini karena jemaah haji tahun 2026 dari kaum perempuan cukup banyak. Sehingga para petugas haji dari Kementerian Haji dan Umrah pun harus benar-benar bisa melakukan pendampingan dengan lebih baik.

"Jumlah jemaah perempuan sangat besar, dan syariat ibadahnya memiliki perbedaan dengan laki-laki. Karena itu, PPIH harus memahami fiqh ibadah perempuan, menjaga kenyamanan, privasi, serta memberikan pendampingan yang lebih sensitif dan berperspektif layanan," kata Wamen Dahnil dalam keterangan persnya yang diterima Holopis.com, Sabtu (17/1/2026).

Menurut Wamenhaj, pendekatan ramah perempuan merupakan bagian dari pelayanan humanis yang harus tertanam dalam karakter setiap petugas.

"Layanan yang baik bukan hanya soal kecepatan dan ketepatan, tetapi juga soal empati dan pemahaman terhadap kondisi jemaah," tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah Indonesia telah mengumumkan bahwa perempuan kini berjumlah 33,2 persen dari petugas haji tahun ini, angka yang diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi jamaah, khususnya perempuan.

Porsi petugas haji perempuan tahun ini juga untuk menjawab keluhan haji di masa lalu, di mana para jamaah perempuan merasa tidak nyaman berkonsultasi dengan petugas laki-laki mengenai masalah yang berkaitan dengan ibadah atau kesehatan perempuan.

Pendidikan dan Pelatihan Petugas Haji 2026

Diketahui, bahwa Kementerian Haji dan Umrah tengah menggelar pendidikan dan pelatihan kepada para petugas haji di Asrama Haji. Dahnil berharap tercipta kebiasaan baik bagi para petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) agar mereka benar-benar siap untuk menjalankan tugas berat di tanah suci nanti.

Oleh sebab itu, kebiasaan baik yang dibangun selama diklat dapat terus dijaga hingga para petugas menyelesaikan masa pembinaan di Asrama Haji, bahkan saat bertugas di lapangan nanti.

“Mulai minggu ini dan sampai keluar dari Asrama Haji, saya harap PPIH membina kebiasaan baru untuk mendisiplinkan diri. Perubahan besar dalam penyelenggaraan haji harus dimulai dari perubahan pribadi para petugas, menjadi pribadi yang baru dan lebih siap melayani,” ujar Dahnil.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebugaran fisik sebagai bagian dari kesiapan layanan. Olahraga diharapkan menjadi rutinitas harian para petugas.

“Setiap hari minimal harus berjalan kaki atau berlari. Kita ingin memberikan yang terbaik dalam menunaikan amanah dari Allah SWT, dari jemaah, dan dari negara,” pungkas Wamenhaj.

Melalui pembinaan yang menyeluruh, Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen menyiapkan PPIH yang tangguh secara fisik, matang secara mental, humanis dalam pendekatan, serta berorientasi pada layanan inklusif dan berkeadilan, termasuk melalui penguatan Haji Ramah Perempuan demi penyelenggaraan ibadah haji yang semakin berkualitas.

Tampilan Utama