Pemerintah Gas Pol Pulihkan Sawah dan Irigasi Pasca Banjir Sumatera
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyiapkan anggaran Rp1,5 triliun untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian di wilayah Sumatera yang terdampak banjir dan longsor sejak akhir November 2025.
Dana ini difokuskan untuk mengembalikan fungsi lahan, menjaga ketahanan pangan, serta memulihkan pendapatan petani.
Anggaran tersebut akan disalurkan ke tiga provinsi terdampak utama, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mencakup 21 kabupaten di Aceh, 15 kabupaten di Sumut, dan 14 kabupaten di Sumbar.
Kerusakan lahan dikategorikan mulai dari ringan, sedang, hingga berat agar penanganan bisa lebih tepat sasaran. Dari total anggaran, Rp736,2 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi lahan dan jaringan irigasi.
Selain itu, Rp68,6 miliar digunakan untuk pengadaan benih tanaman pangan, Rp50,5 miliar untuk rehabilitasi kawasan perkebunan, serta Rp641,3 miliar untuk penyediaan alat pertanian, pupuk, dan pestisida.
Data Kementan mencatat dampak bencana cukup signifikan. Sekitar 44,6 ribu hektare lahan padi dan jagung mengalami puso, 2.387 unit alat pertanian rusak atau hilang, serta kerusakan irigasi dan DAM mencapai 153 kilometer. Bahkan, tercatat tiga bendungan rusak di wilayah Aceh.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa proses pemulihan tidak bisa dilakukan setengah-setengah.
“Pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh di seluruh lokasi terdampak. Data dampak bencana bersifat dinamis dan terus kami perbarui setiap hari,” ujar Andi Amran dalam keteranagnnya.
Pemulihan pertanian ini bertujuan agar lahan segera bisa ditanami kembali, pasokan pangan tetap terjaga, serta keberlanjutan usaha tani masyarakat tidak terputus. Pemerintah berharap langkah cepat ini mampu mempercepat pemulihan ekonomi petani sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional.