Jerry Massie Prediksi 5 Faktor Ini Bisa Bikin Prabowo 2 Periode
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Direktur eksekutif Political Public and Policy Studies (P3S), Jerry Massie memandang bahwa dalam kurun waktu setahun terakhir ini, banyak legacy yang telah ditorehkan oleh Presiden Republik Indonesia ke 8 Prabowo Subianto. Bahkan berbagai kebijakan yang dijalankan telah menyedot banyak respons positif dari masyarakat Indonesia secara luas.
"Sejauh ini pemerintahan Prabowo berjalan sesuai harapan publik. Memang masih ada sejumlah program yang belum maksimal, tapi sebagian besar cukup berhasil," kata Jerry Massie kepada Holopis.com, Sabtu (17/1/2026).
Pengamat politik ini pun berpandangan bahwa apa yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto saat ini bisa berdampak di Pilpres 2029 mendatang. Di mana masyarakat semakin percaya dengan kepemimpinan nasional Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu.
"Tentu saja, ini akan mempengaruhi untuk pemilihan presiden 2029 mendatang," ujarnya.
Lebih lanjut, Jerry Massie mengatakan bahwa pada saat dilantik 20 Oktober 2024 lalu, Prabowo Subianto sudah langsung tancap gas mulai dari menghentkan impor bahan pangan, menangkap koruptor kelas kakap, sampai membentuk Danantara, serta memangkas anggaran Tantiem di Kementerian BUMN, hingga mengangkat sejumlah pahlawan nasional salah satunya mantan Presiden ke-2 Soeharto.
Lantas apa saja yang bisa dijadikan landasan penting mengapa ia berkeyakinan jika Prabowo Subianto bisa mendapatkan dukungan politik besar dari masyarakat di Pilpres 2029, setidaknya ada 5 aspek yang dapat disampaikan Jerry Massie. Pertama adalah program Makan Bergisi Gratis (MBG) yang kini telah berjalan.
"Makan bergizi gratis merupakan Pogram Prabowo yang paling dikenal luas anak-anak sekolah. Program ini sebetulnya sudah diakukan negara lain dan dibilang sukses di antaranya, India da Brasil," terang Jerry.
Ia sangat gembira bahwa porgram ini memiliki niat yang sangat mulia, yakni negara berupaya untuk memastikan gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia tetap terpenuhi dengan baik. Bukan hanya anak-anak sekolah, bahkan ibu hamil dan menyusui juga menjadi concern Presiden Prabowo Subianto demi mencetak generasi emas.
Namun demikian, Jerry tetap memberikan catatan agar MBG tidak hanya sebatas agenda glorifikasi, akan tetapi benar-benar dilaksanakan dengan maksimal dan menjawab tujuan besar Presiden Prabowo Subianto, yakni pemenuhan gizi bagi kader bangsa.
"Tapi catatannya lebih ditingkatkan lagi soal pengawasan makanan dan minuman, agar terhidar dari keracunan. Dan juga harus menempatkan orang-orang jujur agar duit ini tak dikorupsi," tegasnya.
Program kedua yang bisa menjadi legacy sangat baik dari Presiden Prabowo Subianto adalah program swaebada pangan. Selain Presiden Soeharto sebagai Presiden RI kedua yang berhasil menciptakan swasembada pangan pada era 1984, kini legacy baik itu dilanjutkan oleh Presiden Prabowo sebagai Presiden ke 8 Republik Indonesia.
"Alasan utama hingga Presiden Seoharto berhasil dalam swasembada pangan tak lepas dari upayanya membangun sektor pertanian sebagai prioritas utama pada Pelita I sampai dengan Pelita IV," terangnya.
Jerry memberikan catatan bahwa di dalam program swasembada pangan, ada peran penting dari BULOG dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Sehingga revolusi hijau yang berfokus pada penggunaan teknologi pertanian dan lebih modern bisa dilakukan dalam rangka memberikan banyak perubahan dalam pemanfaatan teknologi yang sebelumnya secara konvensional menjadi lebih modern dan canggih.
"Dengan kontinyu mengontrol perkembangan dan pertumbuhan sektor pertanian dengan begitu hati-hati, puncaknya pada tahun 1984 terealisasi Swasembada Beras di Indonesia," tandasnya.
Pencapaian Prabowo untuk mewujudkan Swasembada Pangan pun sudah dideklarasikan di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026 lalu. Di mana Indonesia mencatat stok beras nasional mencapai 34,71 juta ton.
"Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan Indonesia kembali mencapai swasembada pangan pada 7 Januari 2026, dengan produksi beras nasional menembus 34,71 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Tak bisa dipungkiri ketahanan pangan menjadi skala prioritas dan program unggulan Prabowo," tutur Jerry.
Kemudian yang ketiga adalah lahirnya KUHP Baru di era pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Jerry berpandangan bahwa KHUP baru yang selama ini ditunggu oleh publik akhirnya telah resmi beroperasi.
Bagi Jerry, ada sisi menarik dalam KHUP yang baru, yakni pasal-pasal yang membela kaum minoritas. Misalkan menggangu bahkan menutup tempat ibadah maka akan dijebloskan ke penjara dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun. Bagi Jerry, ini pun menjadi aspek yang menguntungkan bagi elektabilitas Prabowo nanti di Pilpres 2029.
"Ini sangat baik lantaran intoleran terlalu tinggi di negeri ini, ada banyak rumah ibadah seperti gereja kerap mengalami tindakan intoleran. Bahkan hanya Presiden dan Wapres yang melaporkan jika terjadi penghinaan tak lagi ormas atau kelompok tertentu jika Presiden dan Wapres dicemarkan nama baiknya," papar Jerry.
Namun ia berharap di sektor hukum, pemerintahan Presiden Prabowo bisa lebih mendorong lagi soal UU Perampasan Aset yang juga menjadi dambaan masyarakat Indonesia, khususnya dalam konsentrasi pemberantasan korupsi.
"Adapula UU Perampasan Aset yang sudah digodok tinggal diumumkan ke publik kapan berlakunya," imbuhnya.
Yang keempat menurut Jerry Massie adalah situasi di bidang ekonomi yang dianggap tetap stabil. Karena menurutnya, sejauh ini sektor ekonomi menjadi sektor yang masih aman. Bahkan pertumbuhan ekonomi masih di atas 5 persen.
Terlebih kata Jerry, berdasarkan keyakinan yang dikutip dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, di mana Indonesia optimis untuk sampai kuartal ke-4 bisa tembus 5,7 persen. Jika benar, maka hal itu bakal melampui kondisi ekonomi di era Jokowi yang hanya rata-rata 5 persen.
"Semua ini berkat Menteri bergaya 'Koboi' Purbaya. Dia sukses membenahi sektor pajak, bea cukai dan sistem keuangan kita yang karut-marut," paparnya.
Di sisi lain, Jerry juga memandang bahwa Prabowo berhasil memutus rantai ketergantungan impor beras. Aspek ini juga menjadi catatan tersendiri bagaimana sentimen positif ekonomi di Indonesia tetap terjaga.
"Biasanya, kita mengimpor sampai 2 juta ton tapi pada 2025 tak ada yang namanya impor beras. Di sisi lain, ada 12 item yang akan dilarang untuk diimpor. Selain beras pemerintah akan menyetop impor beras khusus untuk bahan baku industri, gula konsumsi atau gula kristal putih, serta jagung pakan," tukas Jerry.
Bertepatan dengan itu, pemerintah menerbitkan pula Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 47 Tahun 2025 tentang Barang yang Dilarang untuk Diimpor. Menurut Jerry, gaya kepemimpinan Prabowo semacam itu identik dengan Presiden Soeharto dalam hal tata kelola negara untuk menjaga kesejahteraan rakyat.
"Di era Soeharto, dia keras terhadap kebijakan impor. Indonesia pun kala itu bisa aman dari impor kedelai, daging sapi, gula dan garam. Dan kebijakan tempo hari Soeharto kembali diterapkan Prabowo dan hasilnya Indonesia bisa surplus beras hingga swasembada pangan," jelasnya.
Kelima adalah penindakan korupsi. Bagi Jerry, Prabowo Subianto sangat terlihat bagaimana gaya kepemimpinannya yang sangat tegas terhadap koruptor. Ia sangat kentara semangatanya dalam hal pemberantasan korupsi di Indonesia tanpa pandang bulu.
"Baru era Presiden Prabowo, puluhan triliunan duiy negara diselamatkan olehnya. Negara berhasil menyelamatkan Rp13 triliun uang rakyat dari tindak pidana korupsi. Uang Rp13 triliun yang berhasil dikembalikan Kejagung tersebut berasal dari putusan kasasi Mahkamah Agung dalam tiga perkara korupsi fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) tahun 2022," terang Jerry.
Ketiga perkara besar yang disebutnya antara lain ; perkara PT Nagamas Palmoil Lestari (Putusan Nomor 8431 K/PID.SUS/2025), perkara PT Wilmar Nabati Indonesia (Putusan Nomor 8432 K/PID.SUS/2025), dan perkara PT Musimas (Putusan Nomor 8433 K/PID.SUS/2025).
Selain itu, di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, aparat penegak hukum tengah menggarap 43 kasus besar korupsi, seperti halnya dugaan kasus korupsi di proyek pengadaan Chromebook yang menjerat Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Nadiem Anwar Makarim. Kemudian ada kasus dugaan tindak pidana korupsi Rp100 miliar dalam proyek tata kelola kuota haji yang melibatkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
"Kasus terbesar lainnya yang dibongkar di era Prabowo yakni minyak mentah Rp285 triliun dengan menjatuhkan vonis terhadap 18 tersangka. Lalu di era Prabowo kasus korupsi Duta Palma Capai Rp104,1 Triliun. Kejagung juga berhasil mengungkap kasus Zarof Ricar terbukti bersalah melakukan pemufakatan jahat suap hakim agung dan menerima gratifikasi dengan nilai Rp 1 triliun," ucapnya.
Bahkan menurut Jerry, masih banyak kasus yang juga digarap di era Presiden Prabowo Subianto, seperti halnya kasus besar korupsi minyak sawit Surya Darmadi Rp78,6 triliun. Serta korupsi BBM terbesar Rp285 triliun. Sehingga dengan demikian, ia semakin percaya bahwa Prabowo akan mendapatkan elektabilitas besar di Pilpres 2029 jika kelima aspek ini dijalankan dengan sangat serius dan akuntabel.
"Saya yakin keberhasilan Prabowo akan menjadikan dirinya Presiden dua periode," pungkas Jerry Massie.