Investasi 2025 Bergeser ke Luar Jawa, Serap Modal Rp 991,2 Triliun
HOLOPIS.COM, JAKARTA – Realisasi investasi nasional sepanjang Januari hingga Desember 2025 menunjukkan pergeseran signifikan ke wilayah luar Pulau Jawa.
Dari total investasi sebesar Rp1.931,2 triliun, kawasan luar Jawa berhasil menarik modal Rp991,2 triliun atau setara 51,3 persen dari keseluruhan investasi nasional.
Capaian tersebut melampaui realisasi investasi di Pulau Jawa yang tercatat sebesar Rp940,0 triliun atau 48,7 persen.
“Dari sisi sebaran wilayah, investasi di Pulau Jawa tercatat Rp940,0 triliun atau 48,7 persen, sedangkan kawasan di luar Jawa menyerap Rp991,2 triliun atau 51,3 persen,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani dalam konferensi pers, dikutip Holopis.com, Sabtu (17/1/2026).
Tren ini menandai penguatan pemerataan investasi ke berbagai daerah, sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang berorientasi pada pengurangan ketimpangan wilayah.
Masuknya modal dalam skala besar ke daerah luar Jawa turut memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja. Sepanjang 2025, investasi nasional tercatat mampu menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja di berbagai sektor usaha.
Dari sisi sumber pendanaan, pertumbuhan investasi didorong kuat oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp1.030,3 triliun. Angka ini mengungguli kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) yang tercatat sebesar Rp900,9 triliun.
Rosan menjelaskan, tingginya realisasi investasi di luar Jawa tidak terlepas dari masifnya proyek hilirisasi dan pengembangan sumber daya alam. Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai wilayah strategis, mulai dari Sumatra, Kalimantan, hingga kawasan Indonesia Timur.
Sementara itu, dari sisi investasi asing, Singapura masih menjadi negara asal PMA terbesar sepanjang 2025. Posisi berikutnya ditempati oleh Hong Kong dan China yang aktif menanamkan modal pada sektor industri strategis, termasuk pengolahan mineral, energi, dan manufaktur berbasis sumber daya alam.