Banten Punya KEK ETKI: Magnet Baru Investasi Global dengan Segudang Insentif

21 Shares

HOLOPIS.COM, BANTEN – Langkah besar menuju transformasi ekonomi digital dan kreatif semakin nyata. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) di Banten, Selasa (13/1/2026).

Fokus utama peninjauan ini adalah D-HUB Special Economic Zone (SEZ) di BSD City. Kawasan seluas 60 hektare ini diproyeksikan menjadi pusat gravitasi baru bagi inovasi, pendidikan, dan kesehatan di Indonesia.

- Advertisement -

Kawasan yang ditetapkan melalui PP No. 38 Tahun 2024 ini bukan sekadar area bisnis biasa, melainkan dirancang sebagai pusat digital (digital hub) sekaligus inkubator bagi perusahaan rintisan masa depan.

Di dalamnya, terdapat pula Biomedical Campus yang berfungsi sebagai pusat riset kesehatan bertaraf internasional, serta fasilitas co-production dan inkubator Intellectual Property (IP) yang memberikan ruang bagi para kreator untuk mengembangkan hak kekayaan intelektual mereka secara optimal.

- Advertisement -

“Ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Negara-negara dengan ekraf maju selalu memiliki akar budaya yang kuat, dan kita sedang membangun fondasi itu di sini,” ujar Menteri Teuku Riefky di sela kunjungannya.

Pemerintah dan pengelola kawasan, Sinar Mas Land, telah menyiapkan “karpet merah” bagi para investor baik lokal maupun global. Dony Martadisata, Managing Director President Office Sinar Mas Land, menjelaskan bahwa kawasan ini menawarkan berbagai keunggulan kompetitif bagi penanam modal.

D-HUB SEZ menyediakan berbagai insentif fiskal mulai dari tax holiday, tax allowance, hingga pembebasan PPN serta bea masuk dan cukai. Selain itu, investor juga dimanjakan dengan kemudahan non-fiskal berupa penyederhanaan izin imigrasi, kelancaran arus barang, hingga akses tenaga kerja yang lebih fleksibel.

Seluruh kemudahan tersebut didukung oleh infrastruktur kelas dunia, termasuk kehadiran experience and command center yang dirancang untuk memperkuat konektivitas bisnis global di wilayah tersebut.

Menteri Teuku Riefky mengungkapkan data menarik bahwa 17 subsektor ekraf telah menyumbang 9 persen dari total realisasi investasi nasional pada tahun 2025. Hal ini membuktikan bahwa talenta Indonesia sudah siap bersaing di kancah global.

“Kita perlu memperkuat aktivasi KEK ini agar investasi segera masuk dan talenta ekraf kita bisa jauh lebih produktif,” tegasnya.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, mulai dari Group CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja, CEO Digital Tech Ecosystem Irawan Harahap, hingga kreator konten ternama yang kini menjabat CEO Social Bread, Edho Zell.

Sinergi antara sektor swasta dan pemerintah ini diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan kerja berkualitas, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri kreatif dan teknologi berkelanjutan di Asia Tenggara.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
21 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru