Senat AS Gagalkan Resolusi Pembatasan Wewenang Militer Trump di Venezuela


Oleh : Darin Brenda Iskarina

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Senat Amerika Serikat (AS) pada Rabu (14/1) memblokir resolusi bipartisan yang bertujuan membatasi kewenangan Presiden AS Donald Trump dalam menggunakan kekuatan militer di Venezuela. Keputusan itu diambil dengan selisih tipis suara, setelah dua senator Partai Republik mengubah sikap di tengah tekanan intens dari Gedung Putih.

Sidang Senat sempat mengalami kebuntuan dengan perolehan suara 50-50 usai senator Josh Hawley dan Todd Young menarik dukungan mereka terhadap resolusi tersebut. Situasi itu kemudian diakhiri oleh Wakil Presiden AS JD Vance yang menggunakan hak suara penentu dalam sebuah mosi prosedural, sehingga menggagalkan langkah yang semula akan mewajibkan persetujuan Kongres sebelum presiden melakukan tindakan militer lanjutan di Venezuela.

Todd Young menyatakan perubahan sikapnya terjadi setelah ia berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Ia mengaku memperoleh jaminan dari pemerintahan Trump terkait peran militer AS di Venezuela. Young menuturkan bahwa pihak Gedung Putih akan tetap melibatkan Kongres sebelum mengambil langkah besar.

“Gedung Putih akan menghadap Kongres dan meminta persetujuan Kongres AS sebelum melakukan setiap operasi militer besar-besaran di Venezuela,” ujarnya, dikutip Holopis.com, Jum'at (16/1).

Ia juga menyebut Rubio dijadwalkan memberikan kesaksian di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS pada bulan ini.

Senator Josh Hawley menyampaikan pernyataan serupa. Ia mengatakan Rubio telah meyakinkannya bahwa tidak akan ada pasukan darat AS yang dikirim ke Venezuela, serta menegaskan pemerintah akan meminta persetujuan Kongres apabila situasi berubah.

Resolusi tersebut diajukan menyusul operasi militer AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Sebelumnya, pada pekan lalu, Senat AS sempat memutuskan untuk meloloskan resolusi kewenangan perang dengan suara 52 berbanding 47.

Presiden Trump secara terbuka mengecam lima senator Partai Republik yang sempat bergabung dengan seluruh anggota Partai Demokrat dalam mendukung rancangan undang-undang tersebut. Ia bahkan menyebut mereka “tidak boleh dipilih lagi.”

Trump juga dilaporkan menelepon satu per satu senator tersebut untuk menyampaikan kekecewaannya atas dukungan mereka terhadap pembatasan kewenangan militer presiden.

Tampilan Utama